Jepara Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,91 Persen, Infrastruktur Jadi Kunci Kemajuan
Kabupaten Jepara menunjukkan lonjakan pertumbuhan ekonomi signifikan hingga 5,91 persen pada tahun 2025, didukung oleh pembangunan infrastruktur masif dan investasi besar yang menciptakan lapangan kerja.
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025. Daerah ini berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,91 persen, naik dari 4,22 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan hasil dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur yang masif.
Kenaikan angka pertumbuhan ekonomi ini diumumkan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477. Beliau menyampaikan bahwa capaian positif ini sejalan dengan visi "Jepara Mulus" yang sedang dijalankan. Perbaikan infrastruktur menjadi kunci utama dalam menggerakkan berbagai sektor usaha di wilayah tersebut.
Selain pertumbuhan ekonomi, Jepara juga berhasil menekan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya. Investasi besar juga masuk, menciptakan banyak lapangan kerja baru.
Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Jepara berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan pada tahun 2025. Angka pertumbuhan ekonomi mencapai 5,91 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya 4,22 persen. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi kemajuan ekonomi lokal.
Selain itu, upaya pengentasan kemiskinan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tingkat kemiskinan di Jepara berhasil ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen. Hal ini sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jepara turut mengalami peningkatan. IPM naik dari 74,32 menjadi 74,90, menunjukkan kemajuan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Capaian ini mencerminkan keberhasilan program pembangunan yang berkelanjutan.
Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Nilai investasi di Jepara mencapai angka Rp2 triliun dalam satu tahun terakhir. Aliran investasi yang besar ini merupakan bukti kepercayaan investor terhadap potensi daerah. Hal ini juga menunjukkan iklim investasi yang kondusif di Jepara.
Investasi tersebut berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Lebih dari 36.000 tenaga kerja berhasil diserap, mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut. Penyerapan tenaga kerja ini sangat vital untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Tingkat pengangguran terbuka di Jepara berhasil diturunkan menjadi 3,30 persen, dari sebelumnya 3,34 persen. Penurunan ini adalah hasil nyata dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kesempatan kerja yang lebih luas memberikan dampak positif bagi keluarga.
Peran Infrastruktur dalam Pembangunan Jepara
Pemerintah daerah telah memprioritaskan pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Sepanjang 421,84 kilometer jalan telah diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Ini adalah bagian dari target "Jepara Mulus" yang dicanangkan.
Pada tahun 2026, Kabupaten Jepara menargetkan seluruh jalan berada dalam kondisi mulus. Infrastruktur jalan yang baik diharapkan dapat menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi. Aksesibilitas yang lancar mendukung distribusi barang dan jasa.
Kualitas infrastruktur yang baik diharapkan dapat menggerakkan pembangunan di berbagai sektor. Ini termasuk sektor ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, dan budaya. Inovasi seperti e-rusunawa juga diperkenalkan untuk kemudahan pembayaran. Kerjasama dengan Bank Jateng menunjukkan kolaborasi yang efektif.
Sinergi untuk Jepara yang Lebih Maju
Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan. Tema "Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus" mencerminkan semangat kebersamaan. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk bekerja dengan hati dan ikhlas.
Bupati Witiarso Utomo menekankan bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah. Pemerintah berperan sebagai fasilitator utama dalam proses ini. Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada sinergi.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh warga menjadi kunci. Kolaborasi yang kuat akan mendorong Jepara menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews