Penurunan Pengangguran Kuningan Signifikan, TPT 2025 Capai 7,59 Persen
Pemerintah Kabupaten Kuningan berhasil menekan angka Penurunan Pengangguran Kuningan menjadi 7,59 persen pada 2025, didukung pembukaan ribuan lowongan kerja dan perbaikan ekonomi daerah yang signifikan.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengumumkan capaian positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kuningan berhasil diturunkan secara signifikan pada tahun 2025. Angka TPT tercatat sebesar 7,59 persen, menunjukkan penurunan dari 7,78 persen pada periode sebelumnya.
Penurunan TPT ini sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan bahwa keberhasilan ini didukung oleh pembukaan 13.358 lowongan kerja sepanjang tahun 2025.
Dari ribuan lowongan yang tersedia, sebanyak 6.765 pelamar berhasil lolos seleksi, dengan 1.481 orang di antaranya telah terserap dalam dunia kerja. Pencapaian ini menjadi indikator kuat bahwa kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja mulai membuahkan hasil nyata.
Strategi Pemkab Kuningan Atasi Pengangguran
Pemerintah Kabupaten Kuningan gencar melaksanakan berbagai program ketenagakerjaan untuk menekan angka pengangguran. Pembukaan 13.358 lowongan kerja menjadi langkah konkret dalam menyediakan kesempatan bagi pencari kerja.
Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa upaya ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah. Program-program tersebut dirancang untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Keberhasilan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.481 orang dari total pelamar yang lolos seleksi menunjukkan efektivitas program. Hal ini juga mencerminkan daya serap pasar kerja lokal yang semakin membaik.
Peningkatan Kesejahteraan dan Pertumbuhan Ekonomi
Selain Penurunan Pengangguran Kuningan, indikator kemiskinan di Kabupaten Kuningan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penduduk miskin pada tahun 2025 tercatat sebanyak 119.670 orang.
Angka ini menunjukkan penurunan sebanyak 12.160 orang dibandingkan tahun 2024. Persentase penduduk miskin pun menurun menjadi 10,74 persen, atau turun 1,14 poin dari tahun sebelumnya. Ini merupakan level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Bupati Dian Rachmat Yanuar menyatakan bahwa capaian ini membuktikan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang konsisten. Data statistik ini sekaligus membantah anggapan bahwa Kabupaten Kuningan masih termasuk daerah termiskin di Jawa Barat.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Kuningan mencatat pertumbuhan sebesar 10,42 persen secara tahunan pada triwulan II 2025. Meskipun melambat menjadi 9,11 persen pada triwulan III 2025, Kuningan tetap menempati posisi terbaik kedua di Provinsi Jawa Barat. Kinerja ekonomi yang kuat ini menunjukkan daya tahan dan potensi daerah yang terus bergerak positif.
Optimalisasi Keuangan Daerah dan Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah daerah juga menunjukkan kinerja fiskal yang kuat dengan berhasil melunasi kewajiban tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar. Pelunasan ini dilakukan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci dalam pencapaian ini. Peningkatan PAD didukung oleh pemanfaatan aset idle, lelang barang milik daerah yang tidak digunakan, serta optimalisasi sewa aset daerah.
Di bidang infrastruktur, Pemkab Kuningan mengalokasikan anggaran signifikan untuk perbaikan jalan dan lingkungan. Sebanyak Rp53 miliar dialokasikan untuk perbaikan 153 ruas jalan. Selain itu, Rp27 miliar digelontorkan untuk 250 titik jalan lingkungan desa, termasuk rehabilitasi drainase dan peningkatan aksesibilitas jalan.
Sumber: AntaraNews