Kinerja Pembangunan Kuningan Membaik, Bupati Dian Rachmat Yanuar Ungkap Capaian Positif di Tengah Tantangan Fiskal

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memaparkan kinerja pembangunan Kuningan yang positif dalam setahun terakhir, mengatasi tantangan fiskal dengan efisiensi anggaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kinerja Pembangunan Kuningan Membaik, Bupati Dian Rachmat Yanuar Ungkap Capaian Positif di Tengah Tantangan Fiskal
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memaparkan kinerja pembangunan Kuningan yang positif dalam setahun terakhir, mengatasi tantangan fiskal dengan efisiensi anggaran. (AntaraNews)

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melaporkan bahwa kinerja pembangunan daerah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah menunjukkan perbaikan signifikan dalam satu tahun terakhir. Capaian ini diraih meskipun pemerintah daerah sempat menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat. Perbaikan ini menjadi bukti keberhasilan strategi yang diterapkan.

Sejak Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Kuningan secara konsisten melakukan penataan fondasi pembangunan yang strategis. Upaya ini meliputi rasionalisasi anggaran serta efisiensi belanja perangkat daerah. Tujuannya adalah memastikan penggunaan anggaran lebih terarah pada program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat.

Berbagai indikator ekonomi makro dan tata kelola pemerintahan kini memperlihatkan tren positif yang menggembirakan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil telah membuahkan hasil. Peningkatan ini memberikan optimisme bagi masa depan pembangunan daerah.

Stabilitas Fiskal dan Percepatan Infrastruktur

Pada awal masa jabatannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan menghadapi pengurangan dana transfer ke daerah. Kondisi ini secara langsung berdampak pada terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah. Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk berinovasi.

Pemerintah daerah berhasil menyelesaikan kewajiban tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar pada September 2025. Pencapaian ini lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan keuangan.

Lebih lanjut, tahun anggaran periode 2025 berhasil ditutup tanpa adanya tunda bayar maupun gagal bayar. Stabilitas fiskal yang tercipta ini memiliki dampak besar. Ini memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan.

Salah satu wujud nyata dari stabilitas fiskal ini adalah alokasi dana sebesar Rp53 miliar. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan 153 ruas jalan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga.

Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Di sektor ekonomi, Kabupaten Kuningan mencatat penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 10,74 persen. Ini berarti sekitar 12.160 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kuningan juga menunjukkan penurunan. Angka pengangguran terbuka menurun menjadi 7,59 persen. Penurunan ini mencerminkan peningkatan kesempatan kerja.

Pertumbuhan ekonomi daerah juga sangat impresif, mencapai 9,11 persen pada triwulan III 2025. Angka ini menempatkan Kuningan sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Barat pada periode tersebut. Capaian ini menunjukkan vitalitas ekonomi daerah.

Bupati Dian menilai bahwa capaian tersebut menjadi indikasi kuat. Arah kebijakan pembangunan mulai berjalan sesuai perencanaan. Fokus utama adalah penguatan sektor riil, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pertanian, serta investasi daerah.

Transformasi Birokrasi dan Pengakuan Nasional

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga gencar melakukan transformasi birokrasi. Ini dilakukan melalui digitalisasi layanan publik. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan dan transparansi pelayanan kepada masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Penghargaan ini meliputi tingkat provinsi dan nasional di berbagai sektor. Beberapa di antaranya adalah tata kelola fiskal, ketahanan pangan, ketenagakerjaan, serta pengendalian inflasi.

Meskipun demikian, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan komitmen pemerintah daerah. Mereka akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan. Ruang kritik dan saran dari masyarakat juga akan selalu dibuka. Hal ini bertujuan memperkuat kualitas pembangunan ke depan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jamparing Research, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Kuningan mencapai 88,84 persen. Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi. Ini juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kinerja.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi