Komoditas Makanan Jadi Penyumbang Utama Inflasi Kota Tangerang Jelang Akhir Tahun 2025
Jelang akhir tahun 2025, komoditas makanan menjadi pemicu utama Inflasi Kota Tangerang, mencapai 1,12% (yoy). Pemerintah kota siapkan strategi stabilisasi harga.
Pemerintah Kota Tangerang mencatat bahwa sektor komoditas makanan menjadi penyumbang inflasi tertinggi menjelang akhir tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa pada bulan November, inflasi dari kelompok makanan mencapai 1,12 persen secara year on year (yoy) dan 0,26 persen secara month to month (mtm).
Kondisi ini terjadi di Kota Tangerang, Provinsi Banten, dengan beberapa komoditas utama mengalami peningkatan permintaan signifikan. Peningkatan ini dipicu oleh periodesasi akhir tahun yang biasanya diikuti dengan lonjakan konsumsi masyarakat.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menegaskan komitmen pemerintah daerah. Pihaknya akan terus memantau daya beli dan stabilitas harga, khususnya komoditas pangan, guna mengendalikan inflasi agar tetap berada di angka normal.
Penyebab Kenaikan Inflasi Komoditas Pangan
Lonjakan inflasi di Kota Tangerang pada bulan November 2025 sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Peningkatan permintaan menjelang akhir tahun menjadi faktor pendorong utama.
Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga secara signifikan meliputi cabai merah, bawang merah, daging ayam, dan daging sapi. Selain itu, emas perhiasan juga tercatat sebagai salah satu komoditas yang mengalami peningkatan permintaan.
Ruta Ireng Wicaksono menyatakan, "Kami akan terus melakukan pemantauan daya beli dan stabilitas harga khususnya komoditas pangan untuk mengendalikan inflasi tetap di angka normal." Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Posisi Inflasi Kota Tangerang di Banten
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inflasi Kota Tangerang menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Kota Tangerang mencatat angka inflasi terendah dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya di Provinsi Banten.
Berikut adalah perbandingan indeks inflasi di beberapa wilayah Provinsi Banten:
- Kota Tangerang: 2,34 persen
- Kota Cilegon: 2,47 persen
- Kota Serang: 2,56 persen
- Kabupaten Pandeglang: 2,90 persen
- Kabupaten Lebak: 2,93 persen (inflasi tertinggi)
Penurunan indeks inflasi pada bulan ini tidak terlalu besar, sehingga dipastikan tidak akan mengganggu daya beli masyarakat. Kondisi ini sangat penting terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru yang identik dengan peningkatan kebutuhan.
Ruta Ireng Wicaksono menambahkan, "Penurunan indeks inflasi berpengaruh positif dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang akhir tahun." Hal ini memberikan optimisme terhadap kondisi ekonomi lokal.
Strategi Pemerintah Kota Tangerang Menjaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan berbagai program strategis untuk mempertahankan stabilitas inflasi hingga akhir tahun 2025. Inisiatif ini dirancang untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah Gampang Sembako On The Road. Program ini akan berlangsung hingga tanggal 17 Desember 2025, bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Melalui program-program seperti ini, Pemkot Tangerang berupaya menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan pasokan. Upaya ini sangat krusial untuk menghadapi tantangan sektor perekonomian, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ruta Ireng Wicaksono menegaskan, "Angka indeks inflasi dari BPS ini secara keseluruhan mencerminkan kondisi yang positif untuk menghadapi tantangan sektor perekonomian khususnya potensi kenaikan harga dan daya beli masyarakat menjelang natal dan tahun baru." Ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola dinamika ekonomi.
Sumber: AntaraNews