BI Catat Inflasi DKI 0,63 Persen, Kenaikan Harga Ayam dan Cabai Jadi Pemicu
BI mencatat inflasi DKI Jakarta Februari 2026 sebesar 0,63 persen mtm. Kenaikan harga ayam, cabai, dan bawang merah jadi faktor utama jelang Ramadan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta melaporkan inflasi ibu kota pada Februari 2026 tetap terkendali meski terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Ramadan.
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Iwan Setiawan menyebut inflasi Februari tercatat sebesar 0,63 persen secara bulanan setelah pada Januari sebelumnya mengalami deflasi.
“DKI Jakarta pada Februari 2026 mencatatkan angka inflasi sebesar 0,63 persen (mtm) setelah di bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,23 persen (mtm),” kata Iwan dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, angka tersebut masih lebih rendah dibanding inflasi nasional pada periode yang sama.
“Angka inflasi di DKI Jakarta tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,68 persen (mtm),” katanya.
Secara tahunan, inflasi Jakarta tercatat 4,91 persen, sedikit di atas nasional sebesar 4,76 persen, dipengaruhi efek basis rendah pada Februari tahun sebelumnya akibat diskon tarif listrik.
Menurut Iwan, kenaikan inflasi tersebut bersifat sementara. “Tekanan ini bersifat temporer dan diprakirakan kembali normal pada April 2026,” ujarnya.
Harga Ayam, Cabai, dan Bawang Merah Jadi Pemicu
BI mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 2,23 persen secara bulanan setelah sebelumnya mengalami deflasi.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah. Harga ayam naik seiring kenaikan harga live bird di tingkat produsen, sementara cuaca hujan di daerah sentra produksi memengaruhi hasil panen hortikultura.
“Sementara itu curah hujan tinggi di sentra produksi menurunkan baik kualitas maupun kuantitas cabai dan bawang merah, bahkan menyebabkan gangguan panen komoditas hortikultura seperti bayam akibat genangan lahan,” ungkap Iwan.
Selain pangan, BI mencatat kenaikan harga emas global juga berdampak pada inflasi emas perhiasan domestik yang naik 9,61 persen secara bulanan.
Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh kelompok transportasi yang masih mencatat deflasi 0,35 persen setelah penyesuaian harga BBM non-subsidi awal Februari.
Memasuki periode Hari Besar Keagamaan Nasional, Tim Pengendalian Inflasi Daerah DKI Jakarta memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan dan distribusi bahan pokok.
“Dengan sinergi yang diperkuat dalam TPID Provinsi DKI Jakarta, inflasi DKI Jakarta diharapkan akan terkendali dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1 persen di sepanjang 2026,” tandasnya.