Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Tetap Pimpin Konvoi Motor di Hari Buruh 1 Mei

{{caption}}
Vica Hilang Saat Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Keluarga Menanti dalam Cemas

{{caption}}
Kapan Hari Buruh? Ini Tanggal, Sejarah Singkat dan Maknanya

{{caption}}
Alasan Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan di Tengah Usai Tragedi Kecelakaan Kereta: Biar Aman

{{caption}}
Terungkap Motif Pengasuh Ikat Anak di Daycare Yogyakarta

{{caption}}
Prabowo Tiba di Jawa Tengah, Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi

Topik Terkait
{{caption}}
20 Komoditas Pemicu Inflasi Papua Maret 2026: Emas Perhiasan hingga Tarif Listrik

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua melaporkan 20 komoditas dominan menyumbang inflasi Papua Maret 2026 sebesar 3,50 persen (y-on-y), membuat pembaca penasaran penyebabnya.

{{caption}}
Emas Perhiasan Jadi Biang Kerok Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Tingkat inflasi kelompok ini lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di periode sebelumnya.

{{caption}}
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi Pada Februari 2026, Sulawesi Selatan Paling Tinggi

Adapun kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,54 persen.

{{caption}}
Data BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026, tapi Emas Masih Jadi Primadona

BPS mencatat kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,03 persen.

{{caption}}
Desember 2025 Inflasi 0,64 Persen, BPS: Emas dan Tembakau Jadi Biang Keroknya

Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen.

{{caption}}
Inflasi Oktober 2025 Capai 2,86 persen, Emas Perhiasan Jadi Biang Keroknya

Secara tahunan, terjadi inflasi sebesar 2,86 persen, sedangkan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 2,10 persen.

{{caption}}
Data BPS Ungkap Harga Beras di Penggilingan, Grosir dan Eceran Naik Agustus 2025

Harga beras di tingkat penggilingan mengalami kenaikan sebesar 1,87 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

{{caption}}
Penyebab Utama Inflasi Juli 2025: Beras, tomat, dan Cabai Rawit

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau merupakan penyebab utama inflasi tertinggi pada Juli 2025.

BPS
{{caption}}
Harga Beras Mahal, Inflasi Juli Tembus Jadi Segini

Inflasi bulanan sebesar 0,30 persen ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga konsumen yang menjadi 108,60.

BPS
{{caption}}
Harga Tiket Pesawat Turun Jadi Peredam Inflasi Desember 2024

Dalam lima tahun terakhir, setiap bulan Desember, kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu menjadi kelompok utama penyumbang inflasi.

{{caption}}
Inflasi Desember 0,44 Persen, Dipicu Naiknya Harga Makanan dan Minuman

Dia mengungkapkan bahwa inflasi tahunan atau year-on-year (YoY), pada Desember 2024 tercatat sebesar 1,57 persen.

BPS
{{caption}}
Tren Deflasi Berakhir, BPS Catat Terjadi Inflasi 1,71 Persen di Oktober 2024

Inflasi pada Oktober 2024 mengakhiri tren deflasi yang terjadi sejak Mei 2024 hingga September 2024.

{{caption}}
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

Mendagri menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukung keterjangkauan hunian, khususnya bagi MBR.

{{caption}}
Pemkab Kutim Targetkan Peningkatan Indeks Pembangunan Statistik Menuju Kategori Cukup

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berupaya keras menaikkan Indeks Pembangunan Statistik dari predikat Kurang menjadi Cukup pada tahun 2026, melalui evaluasi berkelanjutan dan penguatan tata kelola data.

bps
{{caption}}
Menko Airlangga Yakin Kuartal I 2026 Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen

Airlangga optimistis ekonomi RI tumbuh hingga 5,5% di kuartal I 2026, didorong konsumsi, THR, dan belanja negara di tengah ketidakpastian global.

{{caption}}
BPS Jawab Kabar Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025 yang Diragukan

Puji lantas mencontohkan metode penghitungan produk domestik bruto (PDB) maupun produk domestik regional bruto (PDRB) yang berpedoman pada SNN.

bps
{{caption}}
Viral Lowongan 190 Ribu Petugas Sensus 2026, Ini Klarifikasi BPS

Informasi mengenai lowongan kerja untuk petugas Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) 2026 beredar di media sosial.

{{caption}}
Waspada Inflasi dan Krisis Global, Mendagri Ajak Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan

Mendagri menilai daerah yang memiliki basis produksi pangan yang kuat cenderung lebih tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi.

{{caption}}
Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR Beri Masukan Kritis ke Pemerintah: Soroti Ekonomi dan Komunikasi Publik

Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1999-2024 menyampaikan Masukan Pemerintah yang krusial, menggarisbawahi tantangan ekonomi, geopolitik, dan urgensi perbaikan tata kelola kebijakan serta komunikasi publik.

{{caption}}
Pemkab Tanah Bumbu Gencar Tekan Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi Terhadap Harga Kebutuhan Pokok

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bergerak cepat menekan gejolak pasar akibat Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi, memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha dan mencegah penimbunan.

bbm
{{caption}}
Strategi Bank Indonesia Redam Ancaman Inflasi Usai Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan harga energi global, jalur perdagangan, hingga risiko cuaca ekstrem seperti El Nino menjadi faktor yang dapat mendorong kenaikan harga barang.

{{caption}}
Gubernur Sumut Dorong Kerja Sama Antardaerah untuk Stabilitas Harga Pangan dan Kesejahteraan Petani

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menekankan pentingnya Kerja Sama Antardaerah (KAD) untuk menjaga keseimbangan pasar, menstabilkan harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani, seperti terlihat dari pengiriman cabai merah dari Karo ke Palangkaraya.

{{caption}}
Harga BBM Nonsubsidi Naik, BI Jelaskan Dampaknya

Bank Indonesia (BI) memberikan tanggapan terkait dampak dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhadap perekonomian.

{{caption}}
Harga LPG Non-Subsidi Naik Hingga 18 Persen, Berlaku Mulai 18 April 2026

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG non-subsidi hingga 18 persen mulai 18 April 2026, memicu pertanyaan tentang stabilitas harga energi di tengah gejolak global yang terus meningkat. Kebijakan kenaikan harga LPG non-subsidi ini merupakan ya