33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi Pada Februari 2026, Sulawesi Selatan Paling Tinggi

Adapun kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,54 persen.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi Pada Februari 2026, Sulawesi Selatan Paling Tinggi
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi Pada Februari 2026, Sulawesi Selatan Paling Tinggi (Merdeka.com)

Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 33 provinsi di INdonesia mengalami inflasi dan 5 provinsi lainnya mengalami deflasi pada Februari 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen, dan deflasi terendah terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen.

"Sebaran inflasi menurut bulan dan wilayahnya, sebanyak 33 Provinsi mengalami inflasi dan 5 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan yaitu 1,04 persen," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers BPS, Senin (2/3).

Adapu BPS mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan, terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026.

"Pada bulan Februari tahun 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026," ujarnya.

Sementara, secara tahun kalender terjadi inflasi sebesesar 0,53 persen. Adapun kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,54 persen.

"Makanan, minuman, dan tembakau ini juga memberikan andil inflasi 0,45 persen," ujarnya.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau tersebut yaitu pertama, daging ayam ras dengan andil inflasi 0,09 persen.

Kedua, cabai rawit dengan andil inflasi 0,08 persen, ikan segar dengan andil inflasi 0,05 persen, cabai merah andil inflasinya 0,04 persen, dan tomat, beras serta telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing 0,02 persen.

Selain itu, kata Ateng, BPS mencatat komoditas yang lain juga memberikan andil inflasi yaitu emas perhiasan. Andil inflasinya cukup besar 0,19 persen dan juga tarif angkutan udara andil inflasinya 0,02 persen.

1. Sulawesi Selatan — 1,04 Persen

2. Sulawesi Utara — 1,02 Persen

3. Jawa Timur — 0,95 Persen

4. Banten — 0,93 Persen

5. Kalimantan Selatan — 0,86 Persen

6. Nusa Tenggara Barat — 0,84 Persen

7. Gorontalo — 0,83 Persen

8. Maluku Utara — 0,83 Persen

9. Jawa Barat — 0,81 Persen

10. Sulawesi Tengah — 0,80 Persen

11. Jawa Tengah — 0,76 Persen

12. Bali — 0,70 Persen

13. DI Yogyakarta — 0,68 Persen

14. Bengkulu — 0,66 Persen

15. Sulawesi Tenggara — 0,65 Persen

16. DKI Jakarta — 0,63 Persen

17. Kalimantan Timur — 0,60Persen

18. Papua Selatan — 0,59 Persen

19. Jambi — 0,58 Persen

20. Sumatera Selatan — 0,58 Persen

21. Maluku — 0,58 Persen

22. Kalimantan Barat — 0,51 Persen

23. Papua Pegunungan — 0,49 Persen

24. Kalimantan Utara — 0,47 Persen

25. Kalimantan Tengah — 0,46 Persen

26. Nusa Tenggara Timur — 0,45 Persen

27. Kepulauan Riau — 0,44 Persen

28. Lampung — 0,36 Persen

29. Riau — 0,32 Persen

30. Sumatera Barat — 0,30 Persen

31. Sulawesi Barat — 0,29 Persen

32. Sumatera Utara — 0,22 Persen

33. Papua — 0,06 Persen

34. Papua Tengah — -0,03  Persen

35. Aceh — -0,24 Persen

36. Papua Barat Daya — -0,57 Persen

37. Kepulauan Bangka Belitung — -0,64 Persen

38. Papua Barat — -0,65 Persen

Rekomendasi