Kadin Sebut Indonesia Punya Posisi Strategis Agenda Global Dekarbonisasi
Momentum ini harus dimanfaatkan dunia usaha untuk mendorong transisi energi dan memperkuat ekonomi hijau.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya N Bakrie, menegaskan bahwa Indonesia kini berada pada posisi strategis dalam agenda global dekarbonisasi.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan dunia usaha untuk mendorong transisi energi dan memperkuat ekonomi hijau.
Anindya menyampaikan, dalam ajang Climate Week di New York, Indonesia mendapat sorotan internasional sebagai negara dengan potensi besar dalam transisi menuju energi bersih.
“Dalam Climate Week New York juga Indonesia menjadi suatu primadona untuk menjadi mekahnya dekarbonisasi,” kata Anindya saat memberikan sambutan pada acara FGD Menuju Pendidikan Indonesia Berstandar Global di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/9).
Manfaatkan AI
Pria yang akrab disapa Anin ini menekankan, peluang tersebut tidak hanya membuka jalan bagi investasi baru, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di panggung global.
Kehadiran Indonesia dalam isu iklim, lanjutnya, turut memperkuat citra negara karena selain kaya sumber daya alam, Indonesia memiliki komitmen kuat menurunkan emisi karbon.
Kadin, kata Anindya, siap menjadi motor transformasi industri hijau. Salah satu langkah penting yang ia soroti adalah pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), untuk mendorong produktivitas sekaligus efisiensi energi.
“Kita fokus juga di teknologi, pertama, artificial intelligence bagaimana bisa aplikasinya untuk membantu produktivitas, competitiveness dan juga tentunya mengenai industri hijau,” ujarnya.
Dengan pemanfaatan AI dan inovasi digital, dunia usaha Indonesia diharapkan mampu beradaptasi dengan standar global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan.
RI Hadapi Isu Strategis Dunia
Dalam kesempatan berbeda, Anindya menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menghadapi isu-isu strategis global, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga perubahan iklim.
Hal itu disampaikan usai menghadiri Private CEO Roundtable on Strategic Investment, Economic Diplomacy and Impact-Driven Partnerships di Gedung Perwakilan UEA untuk PBB, New York, Senin (22/9) waktu setempat.
“Posisi Indonesia sangat strategis karena memiliki stabilitas dan kedamaian yang jarang dimiliki banyak negara lain. Kondisi ini memungkinkan Indonesia berkontribusi lebih besar dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.