Pemkot Banjarmasin Perkuat Sinergi Pengusaha Tangani Sampah di Tengah Darurat
Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat sinergi penanganan sampah Banjarmasin bersama pengusaha dan masyarakat, berupaya serius atasi darurat sampah pascapenutupan TPAS Basirih.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus memperkuat sinergi dalam upaya pengurangan sampah. Langkah ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi pengusaha, untuk bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan yang mendesak.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa sinergi ini dibangun dalam setiap kesempatan, termasuk saat kegiatan buka puasa bersama di bulan Ramadhan 1447 H. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kondisi daerah saat ini masih menghadapi darurat sampah menyusul penutupan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak Februari 2025. Oleh karena itu, penanganan sampah membutuhkan peran aktif dari semua pihak, termasuk organisasi pengusaha yang memiliki jangkauan luas.
Sinergi dengan Organisasi Pengusaha
Wali Kota Yamin secara khusus mengajak organisasi pengusaha seperti Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) untuk turut serta dalam gerakan penanganan sampah. Ajakan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama, di mana semangat kebersamaan digelorakan untuk tujuan lingkungan.
Melalui kekuatan para pengusaha yang memiliki banyak karyawan, diharapkan dapat menggerakkan karyawannya untuk aktif memilah sampah. Pemilahan sampah yang bisa didaur ulang dari rumah tangga masing-masing merupakan langkah krusial untuk mengurangi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Pemerintah Kota Banjarmasin meminta para pengusaha untuk bergandengan tangan dan ikut menyosialisasikan program pemerintah dalam penanganan sampah ini. Partisipasi aktif dari sektor swasta sangat penting untuk mencapai target pengurangan sampah secara signifikan di kota.
Peran Legislatif dan Petugas Kebersihan
Selain menggandeng pengusaha, Wali Kota Yamin juga menyampaikan pentingnya peran anggota legislatif sebagai mitra strategis pemerintah kota. Seluruh anggota dewan diharapkan berpartisipasi aktif dan menyukseskan berbagai upaya penanganan sampah, baik di lingkungan keluarga maupun kerabat mereka.
Partisipasi anggota legislatif juga diharapkan saat mereka menjalankan reses dan kunjungan kerja di daerah pemilihan masing-masing, untuk menyebarkan informasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah. Hal ini menunjukkan komitmen menyeluruh dari pemerintah kota dalam menghadapi tantangan sampah.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Yamin turut menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama para petugas kebersihan, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi mereka menjaga keasrian kota, terutama selama bulan suci Ramadhan. Perhatian pemerintah kota terhadap kesejahteraan dan peran para petugas kebersihan tetap menjadi prioritas, salah satunya melalui insentif menjelang Lebaran.
Tantangan dan Harapan Pengelolaan Sampah
Wali Kota Yamin menyatakan bahwa para petugas kebersihan bukan sekadar pekerja, melainkan garda terdepan dalam sinergi pembangunan kota yang berkelanjutan. Hal ini sangat relevan di tengah tantangan Kota Banjarmasin yang hingga kini masih serius mencari formulasi terbaik pengelolaan sampah terpadu.
Ia berpesan kepada seluruh pasukan kuning untuk menjadi agen sosialisasi di masyarakat dalam mengkampanyekan pengurangan sampah plastik. Selain itu, pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, juga harus terus digaungkan untuk mengubah perilaku masyarakat.
Wali Kota Yamin tidak bosan menyampaikan bahwa sampah adalah musuh terbesar masyarakat, masalah yang terjadi di seluruh Indonesia. Namun, ia yakin bahwa jika warga taat dan sosialisasi maksimal, persoalan sampah di Banjarmasin dapat terselesaikan dengan baik.
Sumber: AntaraNews