ULM dan Pueblo Science Perkuat Pembelajaran Pemrograman Robotika untuk Masa Depan Pendidikan
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjalin kerja sama dengan Pueblo Science dari Kanada untuk meningkatkan pembelajaran pemrograman robotika, mempersiapkan pendidik dan siswa menghadapi Kurikulum 2026 serta penguasaan STEM.
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin telah berkolaborasi dengan Pueblo Science, sebuah organisasi nirlaba internasional asal Kanada. Kerja sama ini berfokus pada penguatan pembelajaran pemrograman melalui implementasi robotika. Inisiatif ini bertujuan untuk memajukan pendidikan sains di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM, Deasy Arisanty, menjelaskan bahwa kerja sama ini berbentuk pelatihan penguatan kapasitas. Pelatihan tersebut ditujukan bagi mahasiswa calon pendidik IPA dan guru di sekolah. Tujuannya adalah merancang pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.
Pelatihan ini merespons tuntutan Kurikulum 2026 dan kebutuhan penguasaan keterampilan Science Technology Engineering Mathematic (STEM). Peserta dikenalkan pada pembelajaran robotika untuk membekali mereka dengan kemampuan yang relevan. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Fokus Pelatihan dan Peserta
Pelatihan ini melibatkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JPIPA) serta Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer (JPilkom) FKIP ULM. Selain itu, perwakilan guru dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan turut menjadi peserta. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Instruktur dari Pueblo Science yang memimpin pelatihan ini meliputi Mayrose Salvador, Direktur Eksekutif Pueblo Science, bersama Martin Labrecque, Matthew Jabile, Jacqueline Brillantes, dan Laura Roa. Mereka membawa keahlian internasional dalam bidang sains dan teknik. Kehadiran mereka memastikan standar pelatihan yang tinggi dan relevan.
Deasy Arisanty menyoroti adanya kesenjangan kualitas pendidikan yang masih terjadi di sekolah-sekolah. Kesenjangan ini terutama disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, sumber daya, dan akses terhadap laboratorium yang lengkap. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan tersebut.
Melalui kolaborasi dengan Pueblo Science, pelatihan ini berupaya menghadirkan model pendidikan yang portabel dan adaptif. Model ini dirancang agar mudah direplikasi serta dapat diterapkan di berbagai konteks pembelajaran. Pendekatan ini memungkinkan pendidikan berkualitas di lokasi dengan fasilitas terbatas.
Memperkuat Keterampilan STEM dan Berpikir Komputasional
Ketua Panitia Penyelenggara, Rizky Pamuji, menekankan pentingnya penguasaan STEM dan berpikir komputasional di era kurikulum yang terintegrasi dengan coding. Guru dan calon guru diharapkan memiliki kompetensi ini. Hal ini krusial untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
“Kami mempersiapkan tenaga pendidik masa depan untuk memenuhi tuntutan tersebut,” ujar Rizky Pamuji. Ia juga berharap kegiatan ini akan terus berkembang dan meningkatkan kesiapan siswa kami untuk masa depan. Inisiatif ini adalah investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia.
Penguasaan keterampilan STEM tidak hanya penting untuk bidang teknologi, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Pembelajaran pemrograman robotika secara langsung melatih logika dan kreativitas siswa. Ini akan membentuk pola pikir yang inovatif dan adaptif.
Kurikulum 2026 yang menekankan pada integrasi coding menuntut adanya perubahan signifikan dalam metode pengajaran. Pelatihan ini menjadi jembatan bagi para pendidik untuk mengadopsi pendekatan baru. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dan menarik.
Implementasi Praktis Pembelajaran Robotika
Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui praktik langsung dan pendampingan intensif bagi seluruh peserta. Metode ini memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya. Pendekatan hands-on sangat efektif dalam pembelajaran teknis seperti robotika.
Peserta dibekali dengan keterampilan merancang serta menyediakan alat pembelajaran STEM yang kontekstual dan aplikatif. Fokusnya adalah pada pembuatan materi ajar yang bisa langsung digunakan di kelas. Ini memberdayakan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis.
Materi pelatihan tahun ini mencakup perakitan robot sederhana, pemrograman dasar, dan integrasi sensor. Selain itu, strategi penerapan robotika dalam pembelajaran IPA juga menjadi bagian penting. Kurikulum yang komprehensif ini dirancang untuk memberikan fondasi yang kuat.
Pembelajaran pemrograman robotika tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mendorong kolaborasi dan pemikiran kritis. Siswa diajak untuk memecahkan masalah melalui desain dan eksperimen. Ini merupakan keterampilan esensial di abad ke-21.
Sumber: AntaraNews