Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Poliban menurunkan tim ahli untuk meningkatkan literasi bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar, khususnya di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Kegiatan ini berfokus pada penerapan teknologi pembelajaran inovatif dan metode interaktif. Tujuannya adalah untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru, memastikan generasi muda lebih adaptif terhadap perkembangan global di era digital yang serba cepat.
Workshop yang diselenggarakan di Banjarmasin ini merupakan langkah konkret Poliban. Hal ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan "Saintek Berdampak", di mana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Pembelajaran Interaktif dan Berpusat pada Siswa
Ketua Pelaksana Tim PKM Poliban, Heppy Mutamimmah, menjelaskan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengajaran. Ia menekankan bahwa peningkatan literasi bahasa Inggris di sekolah dasar adalah fondasi krusial. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang lebih adaptif menghadapi tantangan global.
Dalam workshop tersebut, Heppy menyampaikan materi tentang model dan metode pembelajaran yang interaktif. Fokus utamanya adalah pendekatan student-centered learning. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi, motivasi, dan capaian belajar siswa secara signifikan.
Pergeseran dari metode guru-sentris menjadi berpusat pada siswa diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis. Ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kualitas pendidikan bahasa Inggris dapat ditingkatkan secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Memanfaatkan Teknologi AI dan Media Pembelajaran Inovatif
Selain pendekatan pedagogis, tim PKM Poliban juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi terkini. Dosen Program Studi Bisnis Digital Poliban, Hairul Anwar, memaparkan tentang potensi ChatGPT. Ia menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat mendukung perancangan kurikulum dan pembuatan bahan ajar.
Pemanfaatan ChatGPT juga mencakup strategi evaluasi pembelajaran yang lebih efektif. Ini memberikan guru alat bantu baru untuk mengoptimalkan proses pengajaran. Teknologi ini diharapkan dapat mempermudah guru dalam menyusun materi yang relevan dan menarik bagi siswa.
Sementara itu, Innayatul Ulya Hayati, Dosen Program Studi Sistem Informasi Poliban, melatih guru dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Pelatihan ini menggunakan aplikasi Genially. Guru diajarkan untuk menciptakan produk pembelajaran kreatif berbasis teknologi yang aplikatif di kelas.
Advertisement
Pengembangan media interaktif ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Ini memungkinkan guru untuk menghadirkan materi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Dengan demikian, proses belajar mengajar menjadi lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
Advertisement
Komitmen Poliban untuk Inovasi Berdampak bagi Masyarakat
Direktur Poliban Kalimantan Selatan, Joni Riadi, menyambut baik inisiatif tim PKM ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan semacam ini mampu menghadirkan dampak langsung bagi guru dan sekolah. Ini adalah wujud nyata dari konsep "Saintek Berdampak" yang diusung Poliban.
Joni Riadi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh berhenti di ruang akademik. Sebaliknya, manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Poliban akan terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menciptakan inovasi yang relevan dan solutif.
Komitmen Poliban juga terlihat dari pendanaan PKM tahun 2025 oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Program-program ini berorientasi pada peningkatan kapasitas guru, sekolah, dan masyarakat. Hal ini menunjukkan dukungan berkelanjutan terhadap pendidikan.
Advertisement
Harapan besar diletakkan pada guru-guru SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin sebagai mitra. Mereka diharapkan dapat mengimplementasikan hasil workshop dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Tujuannya agar kualitas pembelajaran menjadi lebih interaktif, relevan, dan berdaya saing global.
Sumber: AntaraNews