Poliban Garap Film Pendek Pancasila: Mahasiswa Terlibat Aktif Wujudkan Nilai Kebangsaan

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Garap Film Pendek Pancasila di mata kuliah, melibatkan mahasiswa Teknik Pertambangan. Proyek ini bertujuan menghayati nilai-nilai Pancasila secara nyata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Poliban Garap Film Pendek Pancasila: Mahasiswa Terlibat Aktif Wujudkan Nilai Kebangsaan
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Garap Film Pendek Pancasila di mata kuliah, melibatkan mahasiswa Teknik Pertambangan. Proyek ini bertujuan menghayati nilai-nilai Pancasila secara nyata. (AntaraNews)

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan memulai inisiatif baru dengan menggarap proyek film pendek pada mata kuliah Pancasila. Proyek ini melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, mendorong mereka untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan secara praktis. Dosen pengampu berharap para mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata yang berharga.

Ide proyek ini tercetus setelah mahasiswa mengikuti sesi pemutaran dan bedah film dalam kegiatan Project Mata Kuliah Pancasila. Inisiatif ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara teoritis. Mereka diharapkan dapat menghayati nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata melalui situasi dan persoalan yang diangkat dalam karya mereka.

Dosen Pengampu Poliban, Nailiya Nikmah, menyatakan, "Proses project ini tentu saja tidak simsalabim. Saya percaya ada banyak cerita di balik layar dari setiap kelompok kerja." Untuk pembekalan, pihaknya menghadirkan penggiat film pendek, Munir Sadhikin, yang menjabat sebagai Ketua Forum Sineas Banua.

Mewujudkan Nilai Pancasila Melalui Karya Sinema

Proyek film pendek Pancasila ini menjadi medium efektif bagi mahasiswa Poliban untuk berkreasi dan belajar. Mereka didorong untuk mengangkat berbagai situasi dan persoalan nyata yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Tujuannya adalah agar pemahaman terhadap Pancasila menjadi lebih mendalam dan kontekstual.

Nailiya Nikmah menekankan bahwa film memiliki kekuatan unik dalam menyampaikan gagasan dan membekaskan pengalaman. Media visual ini mampu menjangkau audiens secara emosional dan intelektual. Mahasiswa diharapkan mampu mengolah elemen audio visual dengan cermat agar pesan yang ingin disampaikan dapat terhayati dengan baik.

Munir Sadhikin, penggiat film yang dihadirkan, memberikan wawasan mendalam mengenai kekuatan visual dan storytelling. Ia menjelaskan bagaimana elemen-elemen ini dapat membentuk pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Pembekalan ini sangat penting untuk membantu mahasiswa menghasilkan karya yang berkualitas dan bermakna.

Proses Produksi sebagai Cerminan Nilai Kebangsaan

Menurut Munir Sadhikin, nilai-nilai Pancasila bahkan sudah tampak sejak proses pembuatan film itu sendiri. "Sejak proses syuting, nilai moral, etika, hingga bagaimana tim bekerja dalam satu kesatuan itu sudah menjadi cerminan nilai Pancasila. Visi dan persoalan film juga harus dimusyawarahkan sampai ditemukan solusinya," katanya. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan integritas adalah kunci.

Visi dan persoalan yang diangkat dalam setiap film harus dimusyawarahkan hingga ditemukan solusi terbaik secara bersama-sama. Proses ini secara langsung mengimplementasikan prinsip musyawarah mufakat yang merupakan salah satu sila dalam Pancasila. Kolaborasi antaranggota tim menjadi aspek penting dalam keberhasilan proyek ini.

Proyek film ini bukan sekadar tugas akademis biasa, melainkan pengalaman nyata dalam berinteraksi dan berkolaborasi. Mahasiswa diajak untuk menghayati bagaimana Pancasila menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan dan kerja tim. Ini adalah pembelajaran komprehensif yang memadukan teori dengan praktik nyata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi