ULM Luncurkan Program Mahasiswa Penggerak Pemilah Sampah, Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meluncurkan program inovatif Mahasiswa Penggerak Pemilah Sampah, melibatkan ratusan mahasiswa untuk mendukung gerakan nasional Indonesia ASRI dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi saksi peluncuran program Mahasiswa Penggerak Pemilah Sampah oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Inisiatif ini digagas sebagai bentuk dukungan konkret terhadap gerakan nasional Indonesia Aman, Sehat, Bersih, dan Indah (ASRI).
Program ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, yang menunjukkan relevansi dan urgensi gerakan tersebut. ULM berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat terkait pengelolaan lingkungan.
Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, menjelaskan bahwa program ini melibatkan sedikitnya 100 mahasiswa di setiap fakultas. Mereka diwajibkan untuk aktif memilah sampah, yang kemudian akan diolah menjadi produk bernilai guna.
Peran Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Kampus
Program Mahasiswa Penggerak Pemilah Sampah ULM secara aktif melibatkan mahasiswa dalam upaya pengelolaan limbah. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik seperti sisa makanan, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam, serta sampah residu atau Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Setelah proses pemilahan, sampah-sampah tersebut tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah lebih lanjut. Sampah organik akan diubah menjadi kompos, sementara sampah anorganik akan disalurkan untuk bahan baku daur ulang. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Langkah konkret ini sejalan dengan visi ULM untuk menjadi kampus yang berwawasan lingkungan dan berkontribusi nyata. Keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi kunci utama keberhasilan program ini di lingkungan kampus dan sekitarnya.
Apresiasi Pemerintah dan Inovasi Berbasis Riset
Program Mahasiswa Penggerak Pemilah Sampah ULM mendapatkan pengakuan dan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq secara langsung menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ULM ini.
Prof. Alim Bachri menegaskan bahwa ULM siap mendukung program prioritas nasional di bidang lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah. Pendekatan yang digunakan ULM berbasis riset dan inovasi kampus, memastikan solusi yang ditawarkan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
ULM telah menghasilkan berbagai penelitian yang siap diimplementasikan untuk penanganan sampah. Salah satu inovasi unggulan adalah pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna, seperti balok ecowood. Inovasi ini menunjukkan potensi kampus dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi permasalahan lingkungan.
Dampak dan Komitmen ULM terhadap Lingkungan
Arahan dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjadi pendorong bagi ULM untuk terus memperkuat aksi pengelolaan sampah. Tujuannya adalah menghasilkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen ULM dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat tidak hanya berhenti pada program pemilahan sampah. Kampus ini bertekad untuk terus menjadi garda terdepan dalam penelitian dan pengembangan inovasi lingkungan. Hal ini demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Melalui program Mahasiswa Penggerak Pemilah Sampah ULM, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sekaligus menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta dalam gerakan Indonesia ASRI.
Sumber: AntaraNews