Mahasiswa KKN Unram Ubah Sampah TPS3R Desa Akar-akar Jadi Produk Bernilai
Mahasiswa KKN Unram berinovasi mengolah sampah di TPS3R Desa Akar-akar, Lombok Utara, menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan dan mendorong partisipasi masyarakat.
Sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) Tahun 2026 menunjukkan inisiatif luar biasa. Mereka berhasil mengolah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Akar-akar, Kabupaten Lombok Utara, menjadi berbagai produk bernilai. Program ini berlangsung dari Desember 2025 hingga Februari 2026, berfokus pada solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Akar-akar, Budi Setyo Santoso, yang menilai keberadaan TPS3R sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini, banyak sampah di desa tersebut yang masih dibakar atau ditimbun, sehingga belum termanfaatkan secara maksimal. Kehadiran mahasiswa KKN Unram ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dan memberikan dampak jangka panjang.
Melalui program kerja utama di bidang lingkungan ini, mahasiswa KKN bertujuan untuk meningkatkan nilai guna sampah sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Mereka memanfaatkan fasilitas yang ada di desa dan mendorong pengelolaan yang lebih optimal dengan sifat berkelanjutan. Respons positif dari warga juga terlihat dengan mulai tertariknya masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga.
Inovasi Pengolahan Sampah oleh KKN Unram
Andhika Putra Haris, salah seorang perwakilan mahasiswa KKN Unram, menjelaskan bahwa timnya mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat. Sampah plastik, misalnya, diubah menjadi bahan pembuatan paving block yang berguna untuk infrastruktur. Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga menciptakan material bangunan yang ekonomis.
Selain itu, sampah organik dari rumah tangga diolah secara cermat menjadi kompos, pupuk alami yang sangat bermanfaat bagi pertanian dan perkebunan warga. Proses ini membantu mengurangi limbah organik yang membusuk dan menghasilkan gas metana. Limbah rumah tangga lainnya juga difermentasi untuk menghasilkan Eco-Enzyme, cairan serbaguna yang memiliki banyak manfaat untuk kebersihan dan pertanian.
Seluruh proses pengolahan dilakukan di TPS3R Desa Akar-akar dengan menerapkan prinsip pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap jenis sampah dapat diolah dengan metode yang paling sesuai. Hal ini juga menjadi contoh praktik pengelolaan sampah yang efektif dan efisien bagi masyarakat setempat.
Dukungan dan Edukasi Masyarakat
Program pengolahan sampah yang digagas mahasiswa KKN Unram ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk warga dan pemerintah daerah. Kepala Desa Akar-akar, Budi Setyo Santoso, secara terbuka menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah yang selama ini dihadapi desanya.
Dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lombok Utara. Pihak DLHK menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa Akar-akar memberikan dampak positif terhadap upaya pengolahan sampah di wilayah tersebut. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan dinas terkait ini menjadi kunci keberhasilan program.
Selain kegiatan pengolahan, mahasiswa KKN juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Edukasi ini meliputi teknik pemilahan sampah rumah tangga, cara pemanfaatan limbah, serta prinsip pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dampak dan Harapan Keberlanjutan
Gebrakan KKN Unram ini diharapkan mampu menjadi pemantik partisipasi aktif masyarakat Desa Akar-akar dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya contoh nyata pengolahan sampah menjadi produk bernilai, warga diharapkan semakin termotivasi untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga mereka. Ini adalah langkah penting menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Andhika bersama rekan-rekannya berharap program ini dapat menjadikan TPS3R sebagai pusat pengolahan sampah yang produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan ekonomi sirkular bagi desa. Keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada partisipasi dan kesadaran masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unram berharap dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat. Lingkungan akan lebih bersih, masyarakat memiliki pengetahuan baru, dan ada potensi peningkatan ekonomi dari produk olahan sampah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan Desa Akar-akar.
Sumber: AntaraNews