Kabar Gembira! Harga Pangan Turun: Beras Medium dan Cabai Rawit Merah Kompak Anjlok, Cek Rinciannya!
Kabar baik bagi konsumen! Harga pangan turun signifikan, termasuk beras medium dan cabai rawit merah. Simak daftar lengkap komoditas yang mengalami penurunan harga per akhir September.
Kabar baik datang dari sektor pangan nasional. Pada Sabtu, 27 September 2023, Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan pokok di tingkat konsumen.
Penurunan harga ini memberikan angin segar bagi masyarakat, terutama dengan anjloknya harga beras medium dan cabai rawit merah. Beras medium kini tercatat turun menjadi Rp13.678 per kilogram, sementara cabai rawit merah berada di angka Rp46.372 per kilogram.
Data yang dihimpun oleh Panel Harga Bapanas ini menjadi sorotan utama, mengingat stabilitas harga pangan sangat krusial bagi daya beli masyarakat. Penurunan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga di seluruh Indonesia.
Komoditas Pokok Mengalami Penurunan Harga
Penurunan harga tidak hanya terbatas pada beras medium dan cabai rawit merah. Beras premium juga tercatat mengalami penurunan dari Rp16.035 menjadi Rp15.930 per kilogram, memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Selain beras, beberapa komoditas strategis lainnya turut menunjukkan tren positif. Jagung untuk peternak turun dari Rp6.665 menjadi Rp6.538 per kilogram, dan kedelai biji kering impor juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp10.676 per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih bonggol kompak turun harga, masing-masing menjadi Rp38.662 per kilogram dan Rp36.651 per kilogram. Penurunan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi bagi para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga.
Jenis cabai lainnya, seperti cabai merah keriting, turun signifikan dari Rp60.100 menjadi Rp57.297 per kilogram, serta cabai merah besar yang kini berada di harga Rp48.675 per kilogram. Fluktuasi harga cabai yang sering terjadi kini menunjukkan tren yang lebih stabil dan menurun.
Daging, Telur, dan Produk Olahan Ikut Menurun
Sektor protein hewani juga mencatat kabar baik. Harga daging ayam ras turun dari Rp38.542 menjadi Rp38.397 per kilogram, sementara telur ayam ras juga mengalami penurunan menjadi Rp29.897 per kilogram.
Produk olahan seperti gula konsumsi dan minyak goreng pun tidak ketinggalan. Gula konsumsi turun menjadi Rp17.991 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan, minyak goreng curah, dan Minyakita juga menunjukkan penurunan harga yang menggembirakan bagi konsumen.
Minyak goreng kemasan kini di harga Rp20.691 per liter, minyak goreng curah Rp17.502 per liter, dan Minyakita Rp17.381 per liter. Penurunan ini sangat membantu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Tepung terigu, baik curah maupun kemasan, juga mengalami koreksi harga. Tepung terigu curah turun menjadi Rp9.753 per kilogram, dan tepung terigu kemasan kini Rp12.677 per kilogram. Kondisi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga produk olahan yang menggunakan bahan dasar tepung.
Harga Ikan dan Garam Stabil Cenderung Turun
Komoditas perikanan menunjukkan variasi harga. Ikan tongkol dan ikan bandeng mengalami penurunan, masing-masing menjadi Rp34.515 per kilogram dan Rp33.836 per kilogram. Namun, ikan kembung sedikit naik menjadi Rp41.891 per kilogram.
Garam konsumsi juga tercatat turun tipis menjadi Rp11.605 per kilogram, menunjukkan stabilitas harga pada komoditas penting ini. Harga daging kerbau beku impor dan daging kerbau segar lokal juga mengalami penurunan yang signifikan.
Daging kerbau beku impor kini di harga Rp101.548 per kilogram, dan daging kerbau segar lokal menjadi Rp137.667 per kilogram. Penurunan ini dapat menjadi alternatif bagi konsumen di tengah fluktuasi harga daging sapi.
Meskipun sebagian besar komoditas menunjukkan tren penurunan, penting untuk dicatat bahwa beras SPHP mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp12.559 per kilogram dan daging sapi murni naik tipis menjadi Rp135.000 per kilogram. Pemantauan harga pangan oleh Bapanas akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar.
Sumber: AntaraNews