Kereta Api Bakal Dibangun di Papua, Perkuat Konektivitas dan Bangkitkan Ekonomi
Menurut Matius, gagasan mengenai konektivitas besar di Tanah Papua bukanlah hal yang muncul tanpa dasar.
Dalam masa kampanye, Gubernur Papua Matius D Fakhiri pernah mengungkapkan visinya untuk masa depan Papua yang lebih maju. Ia memiliki impian besar untuk menghadirkan infrastruktur modern, seperti jalan tol dan kereta api, guna memperkuat konektivitas wilayah Papua dan membuka peluang pembangunan ekonomi.
"Banyak orang mungkin menganggap itu sebagai mimpi besar yang akan sangat sulit direalisasikan. Namun dalam perjalanan waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya," ujar Matius, Senin (20/4).
Menurut Matius, gagasan mengenai konektivitas besar di Tanah Papua bukanlah hal yang muncul tanpa dasar. "Ini adalah bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang sejak lama memikirkan bagaimana membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan masa depan lebih baik bagi rakyat Papua," jelasnya.
Dalam konteks ini, langkah yang diambil saat ini juga dapat dipahami sebagai kelanjutan dari mimpi besar para pendahulu. Matius mengingatkan, bahwa pada masa kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebu (Kaka Bas), gagasan tentang kereta api di Tanah Papua juga pernah dimasukkan sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua.
Lebih jauh, Matius menegaskan bahwa sosok almarhum Lukas Enembe juga telah meletakkan pondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua yang layak. Jalan tersebut berfungsi sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antar wilayah di Papua.
Dengan semua ini, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi rakyat Papua semakin menguat, sejalan dengan upaya untuk mewujudkan visi yang telah dicanangkan.
Lanjutkan Cita-Cita Pendahulu
Menurut Matius, tindakan yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari cita-cita para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi serta kondisi terkini di Papua.
"Sebab dalam kepemimpinan, seorang pemimpin memang boleh bermimpi besar. Namun mimpi itu tidak boleh berhenti sebagai angan-angan. Tugas seorang pemimpin adalah memastikan langkah-langkah nyata agar mimpi tersebut perlahan menjadi kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat," ucap dia.
Perlu diketahui bahwa pada awal tahun 2026, dalam sebuah pertemuan antara Presiden Prabowo dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, Presiden menyampaikan pandangannya mengenai jalur kereta api baru yang direncanakan di luar Pulau Jawa.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur transportasi di berbagai wilayah, termasuk Papua, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Titik Awal Lokasi Jalur Kereta Api
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa Provinsi Papua, dengan Jayapura sebagai titik awal, akan menjadi lokasi jalur kereta api baru di luar Pulau Jawa. Langkah ini ditindaklanjuti melalui pertemuan antara Gubernur Papua dan tim pemerintah daerah dengan Direktur Utama KAI beserta jajaran di Jakarta pada tanggal 14 April 2026.
"Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku dengan gagasan jalur awal Sentani-Kota Jayapura," ungkap Rifai.
Rifai menjelaskan bahwa jika rencana ini berjalan dengan baik, maka bukan hanya sarana transportasi baru yang akan lahir, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua.
Selain itu, Rifai juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar yang diberikan untuk pembangunan Papua. Ia juga mengapresiasi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia dan jajaran yang merespons gagasan tersebut dengan cepat dan penuh semangat.
"Tentunya, ucapan terima kasih yang mendalam juga ditujukan kepada Gubernur Papua dan masyarakat Papua yang terus menjaga semangat bersama untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi Tanah Papua," pungkas Rifai.