Gubernur Papua: KDKMP Biak Numfor Jadi Pilar Strategi Ekonomi Nasional
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menegaskan KDKMP Biak Numfor merupakan bagian integral dari strategi ekonomi nasional Presiden Prabowo Subianto untuk penguatan ekonomi rakyat.
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kampung Warsansan, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, memiliki peran vital. Koperasi ini menjadi bagian penting dalam membangun rantai ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Pernyataan tersebut disampaikan Fakhiri di Jayapura pada Minggu (24/5), sehari setelah ia melakukan peletakan batu pertama pembangunan gerai KDKMP. Gubernur berharap pembangunan fasilitas ini dapat segera diselesaikan untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
KDKMP Biak Numfor ini dirancang sebagai implementasi dari strategi nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memperkuat fondasi ekonomi rakyat, mulai dari lingkup keluarga hingga skala kabupaten, dengan memanfaatkan potensi lokal.
Peran KDKMP dalam Penguatan Ekonomi Rakyat
Menurut Gubernur Fakhiri, program koperasi seperti KDKMP Biak Numfor merupakan bagian tak terpisahkan dari visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, memastikan pertumbuhan yang merata.
Fakhiri menjelaskan bahwa salah satu syarat utama dari program strategis nasional yang digulirkan Presiden Prabowo adalah ketersediaan tanah. “Semua program strategis nasional yang diberikan oleh Bapak Presiden Prabowo itu cuma-cuma, syaratnya tanah. Tanah dikasih gratis untuk dibangun, tetapi tetap menjadi milik masyarakat,” ujarnya, menekankan pentingnya kepemilikan lahan bagi warga.
Gerai koperasi yang akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi ini dirancang multifungsi. Fasilitas tersebut akan dilengkapi dengan klinik kesehatan, kantor koperasi, gerai penjualan produk lokal, hingga gudang penampungan hasil produksi masyarakat.
Gubernur secara spesifik menekankan bahwa gudang penyimpanan harus memiliki keterkaitan erat dengan potensi yang ada di Biak Utara. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas tersebut benar-benar mendukung produk-produk unggulan dari wilayah tersebut.
KDKMP sebagai Pusat Distribusi dan Peningkatan Produksi Lokal
Koperasi ini diharapkan akan menjadi pusat distribusi utama bagi hasil pertanian dan perkebunan warga setempat. Melalui KDKMP, produk-produk masyarakat akan disalurkan menuju Kota Biak melalui dukungan transportasi dan jaringan usaha yang telah disiapkan pemerintah.
Fakhiri mendorong masyarakat untuk aktif menjual hasil panen mereka melalui koperasi. “Masyarakat silakan jual hasilnya di koperasi. Nanti akan ditampung oleh koperasi. Itulah mata rantai bisnis yang dibangun pemerintah,” jelasnya, menggambarkan model bisnis yang terintegrasi.
Selain mengandalkan pembangunan koperasi, Gubernur juga meminta masyarakat untuk secara proaktif memperkuat sektor produksi di kampung. Komoditas seperti kelapa, mangga, pisang, dan jambu memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan.
Pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya pembangunan yang tepat sasaran, bukan hanya didasarkan pada kepentingan pejabat atau daerah asal tertentu. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap program, termasuk KDKMP Biak Numfor, memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat.
Sumber: AntaraNews