Otda Disebut Jadi Pilar Utama Pemerataan Pembangunan Wilayah Papua
Ia menyebut tiga poin penting menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program nasional.
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyebutkan komitmen menjadikan otonomi daerah (otda) sebagai pilar utama dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah dengan sebutan Bumi Cenderawasih itu.
"Untuk itu kami berharap momen Hari Otda di Papua dapat sejalan dengan arahan pemerintah pusat, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita Presiden," katanya setelah memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Halaman Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura, dikutip dari Antara, Selasa (28/4)..
Ia menyebut tiga poin penting menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program nasional.
"Pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota karena keselarasan program menjadi kunci agar kebijakan Presiden dapat terlaksana secara efektif di daerah," ujarnya.
Apalagi, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua telah mulai menerapkan pendekatan perencanaan pembangunan dari bawah dan para bupati diminta menyusun program berdasarkan kebutuhan riil di daerah masing-masing, yang kemudian akan dihimpun di tingkat provinsi.
"Perencanaan harus datang dari bawah, lalu kami tampung di provinsi agar program pusat bisa dikolaborasi dengan baik. Jika ada kekurangan, akan kami tambahkan dan intervensi. Setelah berjalan, kami juga akan melakukan pengawalan," katanya.
Harap Program Berjalan Simultan
Dia berharap, seluruh program dapat berjalan secara simultan guna mempercepat realisasi pembangunan nasional di Papua.
Pihaknya optimistis program yang telah direncanakan dapat mulai terealisasi pada tahun ini, sedangkan hal yang belum direalisasikan akan dikerjakan pada tahun berikutnya.
"Dengan sinergi yang kuat antar-level pemerintahan, Pemprov Papua menargetkan pemerataan pembangunan dapat segera terwujud, sejalan dengan semangat otonomi daerah," ujarnya.