Bulog Bukittinggi Gencarkan Distribusi Minyak Goreng, Jaga Stabilitas Harga di Pasar
Perum Bulog Cabang Bukittinggi secara masif melakukan distribusi minyak goreng melalui program SP2KP ke berbagai pasar tradisional, menegaskan komitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng di tengah masyarakat.
Perum Bulog Cabang Bukittinggi, Sumatera Barat, terus mengintensifkan penyaluran minyak goreng ke sejumlah pasar tradisional di wilayah kerjanya. Langkah ini merupakan bagian dari program Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga komoditas penting tersebut. Distribusi masif ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Bukittinggi, Romi Victa Rose, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya konkret dalam mengendalikan harga dan memastikan akses masyarakat terhadap minyak goreng. Program SP2KP ini menyasar berbagai pasar strategis di tujuh kabupaten/kota yang berada di bawah naungan Bulog Bukittinggi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah melalui Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Hingga April 2026, Bulog Bukittinggi telah berhasil menyalurkan lebih dari satu juta liter minyak goreng ke pasar-pasar di wilayahnya. Penyaluran ini dilakukan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi rumah tangga dan mencegah lonjakan harga di pasaran.
Strategi Distribusi Minyak Goreng Bulog Bukittinggi
Bulog Bukittinggi menerapkan strategi distribusi yang terencana melalui program SP2KP untuk menjangkau berbagai pasar tradisional. Pasar-pasar yang menjadi sasaran antara lain Pasar Bawah Kota Bukittinggi, Pasar Ibuh Kota Payakumbuh, Pasar Serikat Kabupaten Agam, Pasar Pusat Padang Panjang, Pasar Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota, Pasar Benteng Kabupaten Pasaman, dan Pasar Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat.
Penyaluran minyak goreng ini dilakukan secara masif untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat, sebagaimana disampaikan oleh Romi Victa Rose. Program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bulog bertindak sebagai operator pelaksana yang memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran di pasar SP2KP.
Wilayah kerja Perum Bulog Cabang Bukittinggi mencakup tujuh kabupaten/kota di Sumatera Barat, yaitu Bukittinggi, Padang Panjang, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Pasaman Barat, Pasaman, dan Agam. Seluruh wilayah ini menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program SP2KP. Ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau di pasar diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Dampak dan Pencapaian Distribusi Minyak Goreng
Distribusi minyak goreng yang dilakukan Bulog Bukittinggi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kestabilan harga dan ketersediaan pasokan di pasar. Romi Victa Rose menambahkan, program ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga di pasaran yang kerap terjadi akibat fluktuasi pasokan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan terjangkau.
Hingga bulan April 2026, Perum Bulog Cabang Bukittinggi telah menyalurkan sebanyak 89.597 dus atau setara dengan 1.075.164 liter minyak goreng. Penyaluran ini dilakukan ke pasar-pasar yang ada di wilayah kerjanya dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Angka ini menunjukkan skala besar dari operasi distribusi yang telah dilaksanakan.
Keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada volume distribusi, tetapi juga pada dampaknya terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga. “Semoga program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga,” ujar Romi Victa Rose. Upaya ini merupakan cerminan komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau.
Sumber: AntaraNews