Perum Bulog Cabang Magelang mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan minyak goreng di pasaran. Sebanyak 280 ribu liter Minyakita siap didistribusikan langsung kepada pedagang dan pengecer di sejumlah wilayah. Inisiatif ini bertujuan memangkas jalur distribusi yang panjang agar harga jual Minyakita tetap sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter.
Penyaluran Minyakita tahap pertama dijadwalkan akan dimulai pada pekan depan, langsung menyasar pasar-pasar tradisional. Langkah strategis ini diharapkan dapat efektif menekan potensi kenaikan harga di tingkat konsumen. Wilayah sasaran distribusi mencakup lima kabupaten/kota di eks Keresidenan Kedu, Jawa Tengah, termasuk Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.
Selain itu, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen juga menjadi fokus utama penyaluran ini. Pimpinan Cabang Bulog Magelang, Ihsan Sura Adilaga, menegaskan prioritas penyaluran adalah kepada pedagang yang telah terdata. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan efektif dalam menjaga harga pasar.
Advertisement
Advertisement
Strategi Distribusi Minyakita untuk Stabilitas Harga
Bulog Magelang menerapkan strategi distribusi langsung untuk memastikan Minyakita tersedia dengan harga terjangkau. Penyaluran 280 ribu liter Minyakita ini akan langsung menjangkau pedagang dan pengecer. Tujuannya adalah untuk memotong mata rantai distribusi yang panjang, yang seringkali menjadi penyebab kenaikan harga di pasaran.
Harga jual Minyakita dari Bulog ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter kepada para pedagang. Dengan demikian, pedagang memiliki margin yang cukup untuk menjual sesuai HET Rp15.700 per liter kepada konsumen. Prioritas utama penyaluran ini adalah pasar-pasar tradisional yang menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat.
Setelah kebutuhan pasar tradisional terpenuhi, Bulog juga akan menyalurkan Minyakita ke Rumah Pangan Kita (RPK). RPK merupakan mitra Bulog yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat komunitas. Distribusi yang terencana ini diharapkan mampu menjamin pasokan Minyakita menjelang Ramadhan 1447 H.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Bulog Magelang Menjaga Ketersediaan dan Kepatuhan HET
Perum Bulog Cabang Magelang tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga pada edukasi dan pengawasan harga. Ihsan Sura Adilaga menyatakan bahwa pihaknya terus mengedukasi para pedagang. Edukasi ini penting agar pedagang menjual Minyakita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebagai bentuk komitmen, pedagang yang menerima pasokan Minyakita juga diminta membuat surat pernyataan kesediaan menjual sesuai HET. Bulog Magelang tidak akan segan memberikan sanksi tegas bagi pedagang yang melanggar ketentuan ini. Sanksi berupa penghentian pasokan akan diberlakukan jika ditemukan pedagang menjual Minyakita di atas HET.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Minyakita dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan harga yang wajar. Harapannya, upaya Bulog Magelang ini dapat menjaga stabilitas harga minyak goreng. Selain itu, upaya ini juga menjamin ketersediaan pasokan di pasaran, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews