Iran Siapkan Serangan ke Perusahaan AS di Timur Tengah, Ini Daftar Targetnya
Iran mengeluarkan ancaman untuk menyerang berbagai perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Garda Revolusi Iran telah mengeluarkan ancaman untuk menyerang sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Di antara perusahaan yang disebutkan adalah Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Selasa lalu, Garda memperingatkan bahwa 18 perusahaan teknologi akan dianggap sebagai target yang sah sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
"Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan," jelas mereka melalui saluran Telegram yang terhubung dengan Garda, seperti yang dikutip dari CNBC.
Daftar perusahaan yang menjadi sasaran mencakup Cisco, HP, Intel, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, serta perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di Uni Emirat Arab, G42. James Henderson, CEO perusahaan manajemen risiko Healix, menyatakan bahwa peningkatan ancaman terhadap perusahaan teknologi bukanlah sebuah fenomena sementara, melainkan sebuah pola yang berkelanjutan.
"Aset teknologi sekarang diperlakukan sebagai bagian dari konflik, bukan hanya sebagai pelengkap. Ini juga menandakan bahwa krisis di masa depan mungkin akan menargetkan pusat data dan platform cloud sama seperti situs strategis tradisional," ungkapnya.
Iran sendiri telah melancarkan serangan terhadap pusat data Amazon Web Services di Timur Tengah pada awal Maret 2026, yang menyebabkan gangguan pada berbagai aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.
Kantor Oracle terletak di lokasi strategis
Kantor Oracle, perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat, yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab, mengalami kerusakan akibat puing-puing yang jatuh. Peristiwa ini terjadi saat Iran melancarkan serangan dengan proyektil ke berbagai target di kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
"Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa mereka menanggapi insiden kecil yang disebabkan oleh puing-puing dari intersepsi udara yang jatuh di fasad gedung Oracle di Dubai Internet City," ungkap Kantor Media Dubai melalui unggahan di X. Meskipun ada kerusakan, laporan dari Kantor Media Dubai menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.