Amazon Kena Imbas Konflik Iran, Data Center di Bahrain Rusak
Insiden ini menjadi indikasi terbaru bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai meluas hingga menyasar infrastruktur teknologi komersial.
Operasi komputasi awan milik Amazon di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran.
Mengutip Middle East Monitor, Kamis (2/4/2026), laporan ini disampaikan Financial Times pada Rabu, menurut sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan tim pertahanan sipil tengah memadamkan kebakaran di sebuah fasilitas perusahaan yang disebabkan oleh “agresi Iran”.
Namun, otoritas setempat tidak menyebutkan nama perusahaan maupun tingkat kerusakan yang terjadi. Amazon sendiri menolak memberikan komentar terkait laporan serangan tersebut.
Insiden ini menjadi indikasi terbaru bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai meluas hingga menyasar infrastruktur teknologi komersial di kawasan Teluk.
Perkembangan ini terjadi sehari setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menargetkan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk Amazon, Microsoft, Google, dan Apple.
Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa aset digital dan ekonomi kini turut menjadi sasaran dalam konflik.
Serangan Drone
Amazon sebelumnya juga mengungkapkan bahwa pada 2 Maret, dua pusat data di United Arab Emirates serta satu fasilitas di Bahrain terdampak serangan drone.
Layanan komputasi awan Amazon, Amazon Web Services (AWS), pertama kali meluncurkan wilayah operasional di Bahrain pada Juli 2019 sebagai region pertama di Timur Tengah.
Wilayah ini terdiri dari tiga zona ketersediaan dan melayani pelanggan yang membutuhkan infrastruktur cloud dengan latensi rendah di kawasan tersebut.