Iran melancarkan serangan terhadap kilang minyak dan tangki penyimpanan bahan bakar yang terletak di Haifa, Israel, Selasa (10/3). Dalam pernyataan yang dirilis, dijelaskan bahwa serangan ini berlangsung dalam beberapa jam terakhir.
"Angkatan udara Iran, sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa," ungkap militer Iran dalam keterangan yang dikutip oleh media pemerintah, IRIB.
Menurut laporan dari Sputnik, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran yang ditujukan ke Israel, dan sistem pertahanan udara Israel berupaya secara aktif untuk mencegat ancaman tersebut.
Seorang koresponden dari RIA Novosti melaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv serta di seluruh wilayah tengah Israel setelah serangan roket terbaru dari Iran, sementara suara ledakan terdengar di langit, yang diduga merupakan hasil dari operasi pencegatan rudal.
Advertisement
Menurut sistem peringatan roket Israel, alarm berbunyi di sebagian besar wilayah tengah Israel, termasuk area Yerusalem dan Tepi Barat. Pada hari Senin, 9 Maret, satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat pecahan roket yang jatuh di Israel tengah.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil. Sebagai balasan, Iran kemudian melakukan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang berada di Timur Tengah.