Intip Rekomendasi Saham Berpeluang Moncer di Tahun Kuda Api 2026
Menurutnya, situasi seperti ini mendorong pelaku pasar untuk lebih disiplin dalam mengatur arus kas.
Tahun 2026 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api diperkirakan membawa dinamika yang cukup tajam bagi pasar saham Indonesia. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada fase awal tahun dipandang cenderung naik-turun, terutama pada semester pertama.
Menurut pandangan Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, tahun ini membawa kombinasi optimisme sekaligus tekanan. Ia menilai karakter energi tahun ini bisa memicu semangat pasar, namun juga meningkatkan ketidaksabaran investor dalam menunggu hasil investasi. Kondisi ini membuat investor perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
"Tahun ini adalah tahun ketidakstabilan dan tantangan. Jadi, atur cashflow, jangan semua all in. Tahun ini bukan tentang kecepatan, tapi tentang kestabilan," kata Yulius dalam acara BRI Danareksa Outlook 2026, ditulis Senin (16/2).
Menurutnya, situasi seperti ini mendorong pelaku pasar untuk lebih disiplin dalam mengatur arus kas. Ketimbang menempatkan seluruh dana sekaligus, investor dianjurkan membagi portofolio secara bertahap agar lebih siap menghadapi gejolak yang mungkin terjadi.
Ia menekankan bahwa tahun ini bukan momentum untuk bergerak terlalu cepat, melainkan untuk menjaga stabilitas investasi. Ketahanan dan konsistensi dinilai lebih penting dibanding sekadar mengejar keuntungan jangka pendek.
Rekomendasi Investasi Saham di Tahun Kuda Api
Dalam perspektif Feng Shui, sejumlah sektor saham dikaitkan dengan elemen yang dinilai lebih selaras dengan energi Tahun Kuda Api. Sektor berbasis elemen air, kayu, dan tanah disebut memiliki peluang untuk mencatat kinerja yang lebih solid sepanjang tahun.
Elemen air, misalnya, dihubungkan dengan industri konsumer, pariwisata, transportasi, perikanan, hingga bisnis media digital. Sementara itu, elemen kayu mencakup sektor tekstil, fashion, layanan kesehatan, serta bisnis berbasis sumber daya alam seperti kehutanan dan perkebunan.
Logistik dan ekspedisi juga termasuk dalam kategori ini, yang berpeluang tumbuh seiring meningkatnya distribusi barang dan aktivitas perdagangan.
Adapun Yulius menyebut, untuk elemen tanah berkaitan dengan sektor properti, konstruksi, infrastruktur, serta industri jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi tradisional. Stabilitas sektor-sektor ini kerap menjadi fondasi bagi pasar saham, terutama ketika investor mencari instrumen yang relatif defensif.
"Saham dan kripto akan berpotensi koreksi. Tetapi kripto sendiri saya tidak berpikir akan ada bullish. Kemudian emas berpotensi masih meningkat," ujarnya.
Sektor Logam Diprediksi Hadapi Tekanan Lebih Besar
Berbeda dengan sektor lainnya, lini usaha yang dikaitkan dengan elemen logam diperkirakan menghadapi tantangan lebih berat sepanjang Tahun Kuda Api. Dalam analoginya, energi api yang kuat dinilai dapat “melemahkan” logam, sehingga sektor terkait berpotensi mengalami tekanan.
Otomotif dan Elektronik
Industri yang termasuk dalam kelompok ini antara lain otomotif, elektronik, komputer, hingga mesin. Ketatnya persaingan, fluktuasi biaya produksi, serta perubahan permintaan global dapat menjadi faktor tambahan yang memperbesar risiko di sektor tersebut.
"Pada saat sebuah pasar mengalami ketidakseimbangan, tahun ini contohnya, api kuat akan membakar logam. Jadi, lini bisnis logam akan sangat terpengaruh tahun ini. Tantangan harus bisa dihadapi dengan ketahanan atau strategi," pungkasnya.