Cap Go Meh Gorontalo Direstui Turun ke Jalan, Puncak Perayaan 3 Maret
Puluhan umat Tridharma di Kota Gorontalo telah melaksanakan serangkaian persembahyangan penting menyambut perayaan Cap Go Meh, termasuk prosesi yang memberikan restu agar Cap Go Meh Gorontalo dapat digelar di jalan.
Puluhan umat Tridharma di Kota Gorontalo telah memulai rangkaian persembahyangan menyambut perayaan Cap Go Meh. Pada Jumat (20/2), mereka melaksanakan persembahyangan Cau Kun Kong turun dan Goan Siao di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo. Ritual penting ini menandai persiapan menuju puncak perayaan yang dinantikan.
Pemimpin prosesi persembahyangan, William, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanyakan kesediaan serta kesiapan pelaksanaan Cap Go Meh untuk turun ke jalan. Berdasarkan hasil prosesi menanyakan petunjuk, panitia mendapatkan restu. Ini berarti ritual Cap Go Meh dapat dilaksanakan di jalanan, membawa kegembiraan bagi warga.
Setelah persembahyangan awal ini, pengurus dijadwalkan melaksanakan persembahyangan Tuhan pada malam 23 Februari. Adapun puncak perayaan seluruh rangkaian Cap Go Meh di Kota Gorontalo direncanakan berlangsung pada 3 Maret mendatang.
Rangkaian Ritual Menuju Puncak Perayaan Cap Go Meh
Umat Tridharma Kota Gorontalo secara khidmat melaksanakan persembahyangan Cau Kun Kong turun dan Goan Siao sebagai bagian dari tradisi menyambut Cap Go Meh. Ritual ini memiliki makna mendalam, yakni untuk memohon petunjuk dan restu dari para dewa. Pelaksanaan persembahyangan ini menjadi fondasi spiritual bagi kelancaran seluruh rangkaian acara.
William, yang memimpin prosesi, menegaskan pentingnya ritual ini. "Pada hari ini kami melaksanakan persembahyangan yaitu Cau Kun Kong turun dan juga prosesi untuk menanyakan kesediaan pelaksanaan dari Cap Go Meh untuk turun ke jalan," ujarnya. Pertanyaan ini dijawab melalui petunjuk yang diterima selama prosesi.
Hasil dari prosesi menanyakan petunjuk tersebut sangat menggembirakan bagi umat Tridharma. Pihak panitia mendapatkan restu, memastikan bahwa ritual Cap Go Meh dapat dilaksanakan di jalanan. "Hasilnya kita boleh melaksanakan ritual Cap Go Meh untuk turun ke jalan," kata William, mengonfirmasi kabar baik tersebut.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti di situ. Pengurus Kelenteng Tulus Harapan Kita akan melanjutkan dengan persembahyangan Tuhan pada malam 23 Februari. Seluruh persiapan ini akan mencapai puncaknya pada 3 Maret, saat perayaan Cap Go Meh digelar secara meriah di Kota Gorontalo.
Harapan dan Doa Umat Tridharma di Tahun Kuda Api
Sebelumnya, umat Tridharma di Gorontalo telah merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api pada Senin, 16 Februari. Perayaan Imlek tersebut dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya. Ini termasuk penampilan seni bela diri, tarian anak-anak, serta pertunjukan barongsai yang memukau.
Selain atraksi, perayaan Imlek juga diisi dengan kegiatan makan dan berdoa bersama. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarumat. Kemeriahan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi di Gorontalo.
Pada Imlek tahun ini, umat Tridharma Gorontalo memanjatkan doa-doa tulus. Mereka berharap agar dilimpahkan keselamatan, dijauhkan dari bencana, wabah penyakit, perpecahan, dan segala bahaya. Doa ini mencerminkan keinginan untuk hidup damai dan sejahtera.
Doa juga dipanjatkan untuk kemakmuran bersama. "Semoga rakyat hidup tenang, perekonomian bertumbuh, serta laut dan darat memberikan kemakmuran," kata William. Harapan ini mencakup kesejahteraan ekonomi dan keberkahan dari sumber daya alam.
Sumber: AntaraNews