Ribuan Pelajar Semarakkan Tarhib Ramadhan Kudus 1447 H dengan Doa dan Aneka Pentas
Ribuan pelajar di Kudus antusias menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah melalui acara Tarhib Ramadhan yang meriah, diisi doa, pentas, dan pawai syiar Islam.
Ribuan pelajar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memadati Alun-alun Kudus untuk mengikuti Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah pada Sabtu (14/2). Acara ini menjadi syiar Islam yang mengajak masyarakat menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan dan kesiapan spiritual. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Kabupaten Kudus.
Tujuan utama dari Tarhib Ramadhan ini adalah menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat dan mengajak warga sekitar menyambut Ramadhan dengan ceria dan penuh makna. Total peserta yang terlibat dalam acara ini mencapai sekitar 3.000 orang, menjadikannya salah satu agenda syiar Ramadhan terbesar di Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, turut hadir untuk membuka acara tersebut, yang ditandai dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya syiar Ramadhan. Beliau mengapresiasi inisiatif ini, menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam membangun karakter religius generasi muda sejak dini serta menjadi media syiar Islam yang ramah anak dan keluarga.
Semarak Pembuka dengan Pentas Edukatif
Acara Tarhib Ramadhan di Kudus dibuka dengan penampilan memukau dari drumband TKIT Umar Bin Khathab dan Polisi Cilik dari SDIT Al Islam. Kemeriahan ini langsung menarik perhatian ribuan peserta yang hadir di Alun-alun Kudus, menciptakan suasana yang ceria dan penuh semangat. Pembukaan ini menjadi awal yang menjanjikan untuk rangkaian kegiatan edukatif dan spiritual selanjutnya.
Setelah penampilan pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang khusyuk, menciptakan suasana spiritual yang mendalam di tengah keramaian. Kemudian, pendongeng nasional Kak Aris Pahlawan Bertopeng dari Yogyakarta membawakan dongeng edukatif yang sangat dinantikan oleh anak-anak. Dongeng ini menjadi salah satu daya tarik utama acara.
Dongeng yang dibawakan Kak Aris dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian sosial, serta semangat beribadah menjelang bulan Ramadhan. Ini menjadi sarana efektif untuk edukasi agama yang ramah anak, memastikan pesan-pesan positif tersampaikan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak diajak untuk tidak hanya bergembira, tetapi juga disiapkan mental dan spiritualnya.
Ketua JSIT Indonesia Kabupaten Kudus, Agustina Lilik Roosmawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan yang melibatkan sekolah-sekolah dalam jaringan SIT Kudus. Ia menegaskan bahwa Tarhib Ramadhan ini menjadi sarana edukasi dan syiar Islam sejak dini, sesuai dengan visi dan misi sekolah-sekolah Islam terpadu.
Pawai Syiar Ramadhan dan Pesan Kebersamaan
Setelah sesi dongeng edukatif, siswa SD kelas 4-6, SMP, serta orang tua murid mengikuti pawai atau long march mengelilingi sejumlah ruas jalan utama Kota Kudus. Pawai ini menjadi puncak dari rangkaian acara Tarhib Ramadhan, menunjukkan antusiasme dan kebersamaan seluruh peserta. Rute pawai dirancang agar pesan syiar Ramadhan dapat menjangkau masyarakat luas.
Sepanjang rute pawai, para peserta tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga aktif membagikan jadwal imsakiyah kepada masyarakat yang ditemui. Mereka juga menyebarkan atribut syiar Ramadhan, seperti stiker atau selebaran, untuk menyemarakkan suasana kota dan mengingatkan akan datangnya bulan suci. Aksi ini disambut baik oleh warga Kudus yang menyaksikan.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, secara simbolis membuka acara dengan pelepasan burung merpati, menandai dimulainya syiar Ramadhan secara resmi. Beliau menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membangun karakter religius generasi muda sejak dini, memberikan fondasi spiritual yang kuat. Kehadiran Bupati menambah semarak dan legitimasi acara ini.
Keterlibatan pelajar, guru, dan orang tua dalam satu kegiatan bersama di ruang publik memperkuat nilai kebersamaan dan ukhuwah di tengah masyarakat. Lokasi kegiatan yang dipusatkan di Simpang Tujuh Kudus juga memastikan syiar Ramadhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat menjelang Ramadhan.
Apresiasi Pemerintah dan Harapan Ramadhan Kondusif
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Tarhib Ramadhan yang melibatkan ribuan pelajar dan keluarga besar Sekolah Islam Terpadu Kudus. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam membangun karakter religius generasi muda sejak dini, membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Apresiasi ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif keagamaan.
Menurut Sam'ani, acara ini juga menjadi media syiar Islam yang ramah anak dan keluarga, tidak hanya mengajak bergembira tetapi juga menyiapkan mental dan spiritual anak-anak. Hal ini sangat penting untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh persiapan. Kegiatan ini menjadi contoh baik dalam pendidikan karakter.
Sam'ani mengajak seluruh masyarakat Kudus untuk menyambut Ramadhan 1447 Hijriah dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi wilayah tetap kondusif selama bulan puasa, agar ibadah dapat berjalan dengan tenang dan damai. Pesan ini relevan untuk menjaga ketertiban umum.
Selain itu, Bupati Kudus juga menyerukan untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan Ramadhan. Ini adalah pesan penting untuk menjaga kerukunan antarwarga dan menciptakan lingkungan yang harmonis. Harapannya, Ramadhan tahun ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Kudus.
Sumber: AntaraNews