Manasik Haji Siswa TK-PAUD: Ribuan Anak di Kudus dan Jepara Bentuk Karakter Islami
Lebih dari seribu siswa TK-PAUD di Kudus dan Jepara antusias mengikuti Manasik Haji, sebuah inisiatif penting untuk pembentukan karakter Islami dan pengenalan rukun Islam kelima sejak usia dini.
Ribuan anak usia dini dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudlatul Athfal (RA) di Kabupaten Kudus serta Jepara, Jawa Tengah, antusias mengikuti kegiatan manasik haji. Sebanyak 1.082 siswa dari 13 lembaga pendidikan berpartisipasi dalam simulasi ibadah haji yang diselenggarakan oleh TK Islam Terpadu (TKIT) Umar Bin Khathab (UBK) Kudus.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei ini, bertujuan utama untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan membentuk karakter Islami pada anak-anak sejak dini. Ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji, melalui pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.
Antusiasme peserta tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan jumlah siswa dari sekitar 700 menjadi 1.082 peserta. Partisipasi meluas tidak hanya dari Kudus, tetapi juga melibatkan lembaga pendidikan dari Kabupaten Jepara, seperti TPA Montessori School House Of Pome Jepara.
Mengenalkan Rukun Islam Kelima Sejak Dini
Kepala TKIT Umar Bin Khathab (UBK) Kudus, Eti Nidiawati, menjelaskan bahwa manasik haji ini dirancang untuk mengenalkan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima kepada anak-anak. Melalui praktik langsung, diharapkan anak-anak dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara sederhana.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar memiliki cita-cita untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di kemudian hari. Penanaman nilai-nilai keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT menjadi fokus utama dalam setiap sesi manasik.
Eti Nidiawati menekankan bahwa pengalaman pembelajaran yang bermakna ini adalah bagian integral dari upaya pembentukan karakter religius pada anak. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sekadar simulasi, tetapi juga fondasi penting bagi perkembangan spiritual mereka.
Pengembangan Karakter dan Keterampilan Anak
Pengenalan ibadah haji melalui praktik langsung ini diharapkan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak. Kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan berbagai kemampuan penting pada diri mereka.
Anak-anak dilatih untuk mengikuti instruksi dengan baik, menumbuhkan disiplin, ketertiban, dan kesabaran selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Aspek-aspek ini sangat krusial dalam pembentukan karakter positif sejak usia dini.
Lebih lanjut, kegiatan bersama ini juga memupuk sikap kebersamaan, kerja sama, saling membantu, dan menghargai teman sebaya. Ini secara signifikan mengembangkan aspek perkembangan anak, termasuk nilai agama dan budi pekerti, sosial emosional, bahasa, motorik, serta kognitif melalui kegiatan tematik.
Partisipasi dalam manasik haji juga diharapkan dapat memupuk rasa percaya diri dan keberanian anak dalam mengikuti kegiatan kelompok. Interaksi sosial yang terjadi selama manasik menjadi sarana efektif untuk mengasah keterampilan interpersonal mereka.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus
Kegiatan manasik haji ini mendapatkan apresiasi positif dari Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Wahyul Huda S. Beliau menilai bahwa kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menumbuhkan keagamaan pada anak-anak.
Wahyul Huda S menekankan pentingnya pengenalan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima sejak usia dini. Harapannya, pembiasaan baik ini dapat menambah rasa iman dan Islam, serta membentuk karakter anak menjadi lebih baik di masa depan.
Beliau juga berharap agar kegiatan pembentukan karakter Islami melalui manasik haji ini dapat menjadi agenda rutin. Dengan demikian, anak-anak akan memiliki momentum yang lebih berharga dan bermakna untuk menumbuhkan karakter yang positif dan kuat.
Sumber: AntaraNews