Internet Gratis di Jakarta Sudah Tersedia, Tapi Kenapa Masih Jarang Digunakan?
Banyak pengguna melaporkan kemunculan tautan mencurigakan atau iklan pop-up.
Di tengah gegap gempita kota metropolitan, Jakarta tak ubahnya seperti sebuah toserba raksasa. Segala kebutuhan warganya tersedia di sini, dari transportasi umum yang terintegrasi, ruang terbuka hijau, hingga akses internet gratis di berbagai sudut kota.
Fasilitas internet gratis, yang dikenal sebagai JakWIFI, menjadi salah satu layanan publik yang paling banyak dibicarakan. Hadir di halte Transjakarta, taman kota, rumah susun, sekolah negeri, hingga permukiman padat, JakWIFI dirancang untuk menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat urban yang semakin bergantung pada jaringan digital.
Namun, sebagaimana layanan publik lainnya, hadirnya internet gratis di ruang-ruang publik juga menimbulkan beragam tanggapan dari pengguna.
Bagi sebagian warga, internet gratis adalah penyelamat di saat darurat. Nur, seorang mahasiswa swasta di Jakarta, mengaku sering memanfaatkan wifi publik ketika kuota datanya habis mendadak.
“Untungnya di halte TJ ada wifi. Saya bisa langsung hubungi teman, walau jaringannya kadang bapuk parah,” ujar Nur kepada merdeka.com, Rabu (12/6).
Ia bahkan menyebut wifi publik sangat membantu saat harus mengikuti kelas online di luar rumah. “Biasanya untuk browsing atau ikut kelas. Tapi kecepatannya kadang bikin frustrasi,” tambahnya.
Namun di sisi lain, kekhawatiran soal keamanan juga menghantui pengguna. Febiana, karyawan swasta yang bekerja di pusat Jakarta, memilih tidak menggunakan layanan ini sama sekali.
“Kayaknya internet gratis itu udah jadi kebutuhan dasar, tapi saya nggak pakai karena takut soal keamanannya. Takut data pribadi bocor, apalagi soal perbankan,” jelasnya.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Banyak pengguna melaporkan kemunculan tautan mencurigakan atau iklan pop-up saat hendak mengakses wifi publik. Hal ini menimbulkan potensi risiko keamanan siber, terutama jika ponsel tidak dilengkapi perlindungan yang memadai.
Nuke, pegawai swasta yang kerap menggunakan wifi publik untuk sekadar berselancar di media sosial, juga mengeluhkan proses akses yang tidak praktis.
“Kendalanya itu harus login dan nonton iklan dulu, baru bisa konek. Harapannya sih ke depan bisa lebih simpel,” ucapnya.
Meski begitu, ia mengakui keberadaan JakWIFI sangat bermanfaat untuk menghemat kuota, terutama ketika harus bekerja di luar kantor.
Cara Gunakan JakWIFI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah meluncurkan aplikasi JAKI untuk mempermudah akses ke JakWIFI. Melalui fitur ini, masyarakat bisa menemukan lokasi hotspot terdekat dan langsung terhubung ke jaringan internet gratis.
Namun, sejauh ini, tantangan utama tetap pada kecepatan, stabilitas, dan keamanan jaringan.
Program internet gratis JakWIFI disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dapat diakses melalui aplikasi JAKI. Jaringan ini tersedia di berbagai lokasi publik seperti:
- Permukiman padat penduduk
- Sekolah negeri
- Rumah susun
- Taman kota
- Ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA)
Langkah mengakses JakWIFI:
- Unduh dan instal aplikasi JAKI.
- Buka fitur “WiFi Gratis” untuk menemukan lokasi hotspot terdekat.
- Ikuti petunjuk login untuk mulai menggunakan jaringan.
Dalam memanfaatkan internet gratis, masyarakat sangat disarankan untuk berhati-hati, dan tidak mengakses data sensitif saat menggunakan jaringan terbuka.