Peta WiFi Gratis untuk Publik di Jakarta
Untuk WiFi yang disediakan di sejumlah transportasi umum itu merupakan kewenangan perusahaan transportasi tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan WiFi gratis untuk masyarakat di sejumlah ruang publik hingga transportasi umum. Salah satunya di RPTRA atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Jakarta Budi Awaludin mengatakan, untuk WiFi yang disediakan di sejumlah transportasi umum itu merupakan kewenangan perusahaan transportasi tersebut.
"Untuk WiFi gratis yang disediakan oleh Pemprov DKI jakarta meliputi taman, seluruh RPTRA dan RW kumuh. Untuk KRL kewenangannya ada di KAI, atau kalau MRT ada di PT MRT begitupun halnya dengan TJ ada di PT Transjakarta," kata Budi kepada merdeka.com, Kamis (12/6).
Hingga kini, layanan WiFi gratis tersebut masih terpasang dan bisa digunakan oleh masyarakat luas.
"Layanan JakWiFi hingga saat ini masih aktif dan terus dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di area fasilitas umum dan lingkungan padat penduduk," ujarnya.
Titik JakWiFi
Ia menyebut, untuk total penyediaan WiFi gratis atau JakWiFi ini sudah ada di 2.582 titik di wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu. Jumlah itu meliputi di RW Terpadu, Taman, RPTRA dan Rusun.
Untuk di wilayah Jakarta Barat sebanyak 590 titik, Jakarta Pusat 456 titik, Jakarta Selatan 490 titik, Jakarta Timur 531 titik, Jakarta Utara 500 titik dan Kepulauan Seribu sebanyak 14 titik.
Kecepatan JakWiFi
Secara terpisah, Irfan salah satu pengelola RPTRA Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu menambahkan, WiFi gratis untuk masyarakat sudah terpasang lama di wilayahnya sekira 2017 silam.
"2017 kalau enggak salah dari awal pendirian RPTRA itu sudah ada Indihome. Terus di tahun 2019 kalau enggak salah 2020 gitu ya itu baru masuk yang dari Kominfo ya, kita pakainya JakWiFi, JakWiFi itu kalau untuk providernya itu dari ASPNet, itu baru ada dari tahun 2019 atau 2020 (pas Covid) dan kurang lebih," ujar Irfan saat berbincang di lokasi.
Kemudian, untuk kelancaran jaringan tersebut tergantung pada jumlah user atau pengguna WiFi gratis. Karena, untuk kecepatan JakWiFi ini sebesar 100mbps dengan maksimal 50 user dan jarak atau radius pemakaian maksimal mencapai 50 meter.
"Tapi kalau setahu saya sudah 30 sudah mentok, karena kan rata-rata di sini pakainya streaming, model sosmed kayak TikTok dan lain-lain itu kan perlu bandwidth gede itu kan mungkin kalau sekitar di 30 saja sudah berasa ngedownnya," ucapnya.
Pembayaran JakWiFi
Lalu, untuk pembayaran JakWiFi ini dirinya mengaku tidak mengetahuinya. Karena memang semua ini merupakan fasilitas dari Pemprov DKI Jakarta.
Akan tetapi, ketika pemasangan awal WiFi gratis dengan menggunakan salah satu provider tersebut dibayarkan oleh kelurahan setempat sebelum ditanggung oleh pemerintah dan tanpa adanya keluhan dari warga yang menggunakannya.
"Kalau untuk yang awal yang tadi saya bilang, yang Indihome itu dibayar oleh Kelurahan. Perbulan itu kalau enggak salah Rp900-an, kurang lebih 2 tahunan," sebutnya.
Ia pun menegaskan, WiFi gratis ini terpasang atau bisa digunakan masyarakat selama 24 jam penuh tanpa adanya batasan. Sehingga, mereka bisa mengakses media sosial, belajar hingga digunakan untuk bermain game.
"Tapi kita jarang menemukan kalau di RPTRA di Kemuning ini untuk anak-anak yang gunakan akses WiFi untuk game. Jadi kalau dalam tahap wajar, jadi untuk saat ini saya belum belum saatnya kita mengajukan untuk blocking game, masih aman," tegasnya.
Cara Mengakses JakWiFi
Lalu, untuk dapat mengakses WiFi gratis ini menurutnya tidak sulit. Karen hanya cukup mengkoneksikan atau menyambungkan JakWiFi ke perangkat atau ponsel masyarakat tanpa menggunakan password.
"Tanpa browser, sebelum-sebelumnya kita pakai password terus yang kedua kalinya pakai landing page itu masukkan ke browser itu. Nah sekarang kerana CCTV mengikuti internet, jadi begitu kita connect ke internet langsung akan terkoneksi," ungkapnya.
Selain iu, Anto salah satu warga sekaligus petugas PPSU sekitar mengaku tidak ada kendala dalam penggunaan JakWiFi. Karena, untuk jaringan tergolong lancar meski banyak yang menggunakannya.
"Kalau posisinya tergantung ya pemakaian juga. Kalau pas lagi mungkin enggak terlalu banyak lancar, lancar-lancar saja. Cuma kalau mungkin kebanyakan yang pakai agak sedikit saja, agak perbedaan sedikit saja, ada muter sedikit, agak nge-lag sedikit," papar Anto.
"Cuma agak lambat saja, agak buram, entar terang lagi, begitu saja tidak sampai berhenti tidak, cuma itu masih bisa," sambungnya.
Sementara itu, Linda salah satu orangtua siswa di SDN 011 Pejaten Timur mengaku, sangat terbantu dengan adanya JakWiFi. Terlebih, ia menggunakan itu setiap menunggu anaknya pulang sekolah.
"Tinggal login enggak ada password, bebas. (Anak-anak) Biasanya pakai, buat nonton YouTube. Membantu banget, buat belajar juga bisa (karena dekat sekolah)," ujar Linda.
"Biasanya YouTube sama TikTok anak-anak sih," pungkas Septi.