WiFi Gratis, Fasilitas untuk Publik yang Tak Terpakai
Meski WiFi makin terjangkau hingga tersedianya fasilitas JakWifi, sebagian warga Jakarta tetap setia pada kuota HP karena alasan mobilitas dan fleksibilitas.
Di tengah kemajuan infrastruktur internet dan menjamurnya layanan WiFi murah, sebagian warga ibu kota justru memilih tetap mengandalkan kuota data dari ponsel mereka.
Meski WiFi makin terjangkau hingga tersedianya fasilitas JakWifi, sebagian warga Jakarta tetap setia pada kuota HP karena alasan mobilitas dan fleksibilitas.
Salah satunya adalah Raka Putra (28), karyawan swasta yang tinggal di daerah Setiabudi. Raka mengaku tidak sering menggunakan WiFi ketika mobilitas.
"Rasanya enggak butuh WiFi. Kuota 30GB sebulan juga cukup," ujarnya saat cerita dengan Merdeka.com, Rabu (11/6).
Baginya, penggunaan kuota sudah cukup efisien untuk keperluan sehari-hari, seperti browsing, streaming ringan, dan navigasi.
Raka memang mengakui bahwa WiFi tetap punya peran penting dalam beberapa konteks seperti bekerja secara daring dalam durasi panjang atau mengunduh file besar. Namun untuk kebutuhan harian, kuota masih menjadi andalan.
"Lagipula sekarang kuota juga makin murah. Banyak promo dari provider," kata Raka.
Wifi di Ruang Publik Lemot
Hal serupa dirasakan oleh Dina Maharani (25), seorang freelancer yang sering berpindah tempat kerja dari kafe ke co-working space. Dia justru merasa membutuhkan WiFi hanya saat mengerjakan proyek besar.
"Kalau kerja di kafe atau ruang publik, kan biasanya udah disediain WiFi. Jadi saya pakai WiFi cuma pas kerja yang butuh upload file besar. Sisanya ya pakai kuota. Praktis dan nggak ribet," jelasnya.
Baginya, memakai WiFi di ruang publik terasa agak ribet karena terkadang jaringannya lemot. Dia pun sudah nyaman menggunakan koneksi personal via kuota karena terasa lebih fleksibel.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jakarta menyediakan JakWifi sebagai layanan internet gratis yang ditujukan untuk masyarakat umum.
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung transformasi digital, terutama dalam meningkatkan akses internet yang terjangkau bagi semua kalangan. Baik itu untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, atau sekadar hiburan.
Layanan ini tersebar di ribuan titik di seluruh Jakarta Mulai dari taman kota, halte bus, hingga pusat-pusat kegiatan masyarakat bisa menemukan titik-titik JakWifi dengan mudah.
Penjelasan Pemprov
Kadis Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Budi Awaluddin berdalih layanan JakWifi hingga saat ini masih aktif dan terus dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di area fasilitas umum dan lingkungan padat penduduk.
"Terkait persepsi sebagian warga soal kualitas layanan, kami tentu memahami bahwa pengalaman bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungannya. Kami terus melakukan pemantauan agar layanan ini dapat berjalan lebih baik dan optimal. Apabila terdapat kendala dalam pemanfaatan dapat diadukan melalui aplikasi JAKI," kata Budi kepada merdeka.com, Kamis (12/6).
10 Daerah Terbesar Pemanfaatan WiFi Gratis
1. Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat
71.206 pengguna
2. Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur
68.228 pengguna
3. Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
64.076 pengguna
4. Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat
61.121 pengguna
5. Menteng, Menteng, Jakarta Pusat
57.901 pengguna
6. Menteng, Menteng, Jakarta Pusat
50.241 pengguna
7. Manggarai, Pancoran, Jakarta Selatan
49.539 pengguna
8. Manggarai, Pancoran, Jakarta Selatan
48.539 pengguna
9. Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur
47.968 pengguna
10. Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
44.827 pengguna.