Fakta Menarik soal Penggunaan WiFi Gratis
Berikut fakta menarik terkait penggunaan wifi gratis oleh masyarakat.
Ada yang menarik dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2024. Ini terkait dengan kecenderungan masyarakat menggunakan internet gratis.
Data tersebut mengungkap fakta bahwa tren pemakaian WiFi menyusut dibandingkan tahun lalu. Boleh dibilang, penurunan preferensi pemakaian wifi gratis oleh masyarakat ini cukup tajam. Dari yang awalnya 70,33 persen menjadi 45,62 persen di 2024 atau berkurang sebesar 24,71 persen.
Tak hanya itu, berdasarkan riset tersebut ditemukan adanya jumlah yang cukup jauh terkait ketersedian wifi gratis di ruang publik. Maksudnya adalah pada 2023, survei itu menyebut jawaban masyarakat tentang “Tidak terdapat free-wifi di ruang publik” hanya 18,54 persen. Namun pada 2024 melonjak menjadi 25,59 persen.
Namun fenomena itu nampaknya tak terjadi di lokasi-lokasi hotspot yang dimiliki Biznet. Hutomo Siswanto, Vice President Marketing Biznet mengklaim, titik-titik wifi gratis yang disediakan perusahaan diklaim masih cukup banyak diakses masyarakat. Hal itu terbukti dari jumlah pemakaian data.
“Rata-rata penggunaan per bulannya mencapai hampir 4TB. Paling banyak di kawasan perbelanjaan,” ungkap Hutomo kepada Merdeka.com.
Biznet, kata Hutomo, memiliki layanan Internet WiFi gratis di lebih dari 1,500 titik. Jumlah ini tentu saja tersebar di wilayah yang sudah tercakup jaringan Biznet. Di mana Biznet sendiri telah tersedia di lebih dari 185 kota di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Flores dan Timor. Tak hanya jumlahnya saja yang banyak, kualitas layanan pun diklaim sangat diperhatikan.
“Layanan free WiFi dari Biznet punya kecepatan hingga 100 Mbps,” kata Hutomo.
Jika Biznet berani berikan gratis, lain hal dengan Telkom Group. Menurut VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, saat ini pihaknya tidak lagi menyediakan layanan Wifi gratis langsung kepada end user.
Alasannya, karena layanan Telkom Bisnis Wifi merupakan skema B2B (business to business) dengan pemilik venue, sehingga mekanisme distribusi layanan kepada end user sepenuhnya menjadi kebijakan pihak venue, baik itu diberikan secara gratis maupun berbayar.
"Untuk area publik, tersedia wifi yang memancarkan ssid public @wifi.id, di mana pengguna perlu membeli voucher untuk dapat mengakses internet wifi. Untuk Wifi yang memancarkan ssid public (@wifi.id), saat ini mayoritas berada di layanan transportasi," jelas dia.
Terlepas itu, riset APJII menyebutkan ada 5 alasan mengapa orang menggunakan wifi gratis. 5 alasan itu ialah meeting online, bermain game, mengunduh/mengunggah file, bekerja/belajar, dan streaming film/video. Dari fakta tersebut, penggunaan hotspot gratis didominasi untuk streaming film maupun video.