IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Pergerakannya
Perhatikan perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tanggal 11 November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi mengalami penguatan sebesar 46,72 poin atau 0,56 persen, mencapai angka 8.437,96.
Menurut informasi yang dirilis oleh Antara pada Selasa (11/11/2025), indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 5,19 poin atau 0,61 persen, sehingga berada di posisi 850,06.
Laju IHSG berpotensi untuk terus menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025), seiring dengan kabar bahwa penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau shutdown pemerintah AS akan segera berakhir.
Catatan dari BNI Sekuritas menunjukkan bahwa meskipun IHSG ditutup melemah 0,04% pada hari sebelumnya, terdapat aksi beli saham oleh investor asing yang mencapai Rp 103 miliar pada Senin, 10 November 2025.
Saham-saham yang banyak dibeli oleh investor asing antara lain BREN, BMRI, BUMI, HRTA, dan FILM.
"IHSG berpotensi mencoba menguat kembali pada hari ini seiring dengan rencana pembukaan kembali pemerintah AS," kata Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas.
Ia menjelaskan bahwa IHSG diperkirakan akan bergerak di level support antara 8.320-8.350 dan level resistance di kisaran 8.450-8.500.
Di sisi lain, Analis dari PT Mirae Asset Indonesia, Tasrul Tanar, menyampaikan bahwa momentum kenaikan IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh, sehingga perlu diwaspadai potensi konsolidasi.
Ia juga menekankan bahwa dengan level kritis di 8.298, IHSG masih berada dalam tren naik, tetapi harus berhati-hati terhadap kemungkinan aksi ambil untung.
"Selama harga tetap di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju 8.521 tetap terbuka," tambahnya.
Ia merekomendasikan strategi untuk melakukan pembelian saat harga turun di area 8.320--8.350 dengan target di rentang 8.470--8.520, serta melakukan cut loss jika indeks menembus level di bawah 8.298.
Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny merekomendasikan beberapa saham, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Rincian Trading Idea hari ini mencakup saham-saham berikut: BRMS, BUMI, INET, BUVA, UNVR, dan ADRO.
- BRMS disarankan untuk Spec Buy dengan kisaran harga beli antara 965-975, dan cutloss jika harga turun di bawah 955. Target jangka pendek ditetapkan di 990-1020.
- BUMI juga direkomendasikan untuk Spec Buy pada area harga 148-150, dengan cutloss di bawah 147. Target dekat ditetapkan pada 154-160.
- INET mendapatkan rekomendasi Spec Buy dengan harga beli di 400, dan cutloss jika harga turun di bawah 388. Target jangka pendek berada di 416-430.
- BUVA direkomendasikan untuk Spec Buy dengan area harga 900-925, dan cutloss di bawah 880. Target dekat ditetapkan di 955-1020.
- UNVR disarankan untuk Spec Buy pada kisaran harga 2500-2530, dengan cutloss di bawah 2500. Target dekat berada di 2600-2650.
- ADRO juga direkomendasikan untuk Spec Buy dengan area beli antara 1930-1960, dan cutloss jika harga turun di bawah 1920. Target jangka pendek ditetapkan di 1980-2020.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Pastikan untuk mempelajari dan menganalisis sebelum melakukan transaksi jual beli saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang diambil.
Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi pada tanggal 10 November 2025
Pada perdagangan Senin, (10/11/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dan berbalik arah ke zona merah. Penurunan ini terjadi meskipun mayoritas sektor saham dan bursa saham Asia Pasifik menunjukkan kinerja positif.
Berdasarkan data dari RTI, IHSG ditutup dengan penurunan tipis sebesar 0,04% di level 8.391,24. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan, merosot 1,01% ke posisi 844,87. Mayoritas indeks saham acuan berakhir di zona merah.
Pada awal pekan ini, IHSG sempat mencapai level tertinggi di 8.478,14 dan terendah di 8.391,24. Meskipun demikian, sebanyak 371 saham berhasil menguat dan menahan laju koreksi IHSG, sementara 282 saham mengalami penurunan dan 157 saham tidak bergerak.
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.697.243 kali dengan volume perdagangan mencapai 44,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 20,9 triliun, dan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 16.650.
Dari sebelas sektor saham yang ada, sektor kesehatan mengalami penurunan sebesar 0,74%. Di sisi lain, sektor teknologi mencatatkan kenaikan terbesar dengan pertumbuhan 3,87%. Sektor industri juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, naik 3%, sedangkan sektor properti bertambah 2,55%.
Selain itu, sektor energi menguat sebesar 0,37%, sektor basic naik 1,19%, dan sektor consumer nonsiklikal hanya menguat tipis sebesar 0,01%. Sektor consumer siklikal meloncat 0,65%, sektor keuangan mendaki 0,07%, sektor infrastruktur bertambah 1,29%, dan sektor transportasi menanjak 1,19%. Dengan perkembangan ini, terlihat adanya pergerakan yang bervariasi di berbagai sektor meskipun IHSG secara keseluruhan mengalami penurunan.