IHSG Hari Ini 4 Februari 2026 Menguat
IHSG mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan hari ini, 4 Februari 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu 4 Februari 2026, dibuka dengan penguatan sebesar 28,45 poin atau setara dengan 0,35 persen, mencapai angka 8.151,05.
Menurut laporan dari Antara, untuk indeks yang mencakup 45 saham unggulan, yaitu Indeks LQ45, mengalami kenaikan sebesar 3,50 poin atau 0,42 persen, sehingga berada pada posisi 827,23.
Prediksi IHSG Hari Ini
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan cenderung sideways dalam perdagangan saham pada hari Rabu (4/2/2026).
Lalu, apa saja rekomendasi saham yang perlu diperhatikan?
Berdasarkan informasi dari BNI Sekuritas, IHSG ditutup menguat sebesar 2,52 persen, meskipun diiringi dengan penjualan bersih asing yang mencapai Rp 760 miliar pada perdagangan saham Selasa, 3 Februari 2026.
Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel di BNI Sekuritas, mengungkapkan bahwa IHSG hari ini berpotensi untuk bergerak sideways.
Ia menambahkan bahwa IHSG akan bergerak dalam rentang level support antara 7.900 hingga 8.000, serta level resistance di angka 8.175 hingga 8.300.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny merekomendasikan beberapa saham yang menarik, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Trading Idea hari ini mencakup MBMA, NCKL, CDIA, ARCI, BRMS, dan BUMI.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 625-650, cutloss di bawah 600. Target dekat di 670-700.
- NCKL Spec Buy dengan area beli di 1250-1300, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1350-1400.
- CDIA Buy if Break 1080, dengan target dekat di 1110-1185. Cutloss di bawah 1000.
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1660-1690, cutloss di bawah 1650. Target dekat di 1735-1770.
- BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 930-945, cutloss di bawah 915. Target dekat di 990-1070.
- BUMI Buy if Break 268, dengan target dekat di 276-296. Cutloss di bawah 250.
Penutupan IHSG 3 Februari 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan yang signifikan pada perdagangan saham di hari Selasa, 3 Februari 2026. IHSG kembali berhasil menembus level 8.100, dengan seluruh sektor saham menunjukkan pertumbuhan positif.
Namun, meskipun IHSG melonjak, investor asing masih melakukan penjualan saham. Mengacu pada data yang dirilis oleh RTI, IHSG ditutup dengan kenaikan 2,52% ke level 8.122,59. Indeks saham LQ45 juga mengalami peningkatan sebesar 2,17% hingga mencapai 806,24. Sebagian besar indeks saham acuan menunjukkan tren positif.
Pada perdagangan saham yang berlangsung pada Rabu pekan ini, IHSG mencatatkan level tertinggi di angka 8.122,59 dan level terendah di 7.712,34. Terdapat 654 saham yang mengalami penguatan, yang berkontribusi terhadap kenaikan IHSG.
Sementara itu, 108 saham mengalami pelemahan dan 56 saham tidak mengalami perubahan. Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.273.812 kali, dengan volume perdagangan mencapai 61,1 miliar saham.
Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 29,4 triliun, dan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di sekitar 16.755.
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan penjualan saham sebesar Rp 833,87 miliar.
Dengan demikian, sepanjang tahun 2025, total penjualan saham oleh investor asing mencapai Rp 10,05 triliun. Meskipun demikian, seluruh sektor saham mengalami kenaikan.
Sektor saham basic mencatatkan pertumbuhan terbesar, dengan kenaikan sebesar 6,52%. Sektor energi juga mengalami peningkatan sebesar 4,49%, sementara sektor industri naik 5,42%. Sektor consumer nonsiklikal tumbuh 1,36%, dan sektor siklikal menanjak 2,67%.
Sektor kesehatan bertambah 2,05%, sektor keuangan meningkat 0,81%, dan sektor properti menguat 4,85%. Selain itu, sektor teknologi melesat 4,91%, sektor infrastruktur naik 0,96%, serta sektor transportasi bertambah 4,87%.