Harga Emas Dunia Diprediksi Makin Melambung Usai Tembus USD 4.182, Ini Analisisnya
Momentum penguatan ini masih berpotensi berlanjut hingga beberapa bulan mendatang.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa harga emas saat ini berada di level USD 4.182 per troy ons, setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. Menurut Ibrahim, momentum penguatan ini masih berpotensi berlanjut hingga beberapa bulan mendatang.
"Pagi ini harga emas kembali mengalami penguatan, walaupun tadi malam sempat terjadi koreksi, tetapi saat ini sudah berada di USD 4.182. Untuk pagi ini dan masih akan terus mengalami penguatan," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (15/10).
Ibrahim menjelaskan, secara teknikal, support pertama emas berada di USD 4.141 dan support kedua di USD 4.106 per troy ons. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan ke area resistance semakin besar. Resistance pertama diperkirakan di USD 4.211, sedangkan resistance kedua bisa menembus USD 4.260 dalam waktu dekat.
"Kalau saat ini terkoreksi, kemungkinan besar di USD 4.141. Itu support pertama. Kemudian support kedua itu di USD 4.106 per troy ons. Ini apabila melemah di support pertama, support kedua. Kalau menguat, resistance pertama itu di USD 4.211. Kemudian resistance kedua di USD 4.260,” ujar Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, momentum penguatan masih terbuka hingga akhir November, dengan potensi mencapai USD 4.300 per troy ons.
"Kemudian perkiraan sampai di bulan November, kemungkinan besar, ingat ya, di bulan November, kemungkinan besar USD 4.300," ujar dia.
Diprediksi Akhir Tahun Harga Emas Dunia Makin Melambung
Ibrahim juga memprediksi harga emas dunia belum mencapai puncaknya karena masih ada sejumlah faktor fundamental yang dapat memperkuat permintaan logam mulia sebagai aset aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global
"Saya belum bicara bulan Desember akhir tahun. Karena masih terlalu dini. Saya melihat teknikal di Asia Oceania,” ujar dia.
Faktor Fundamental Global Dorong Optimisme
Dari sisi fundamental, penguatan harga emas didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi di sejumlah kawasan.
Ibrahim menyoroti perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang kembali memanas, serta krisis politik di Eropa, terutama di Prancis. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
"Nah ini cukup luar biasa yang terjadi di Amerika. Sehingga ini berpengaruh sekali terhadap penguatan harga emas dunia. Jadi jangan heran, kalau seandainya harga emas dunia koreksi, koreksi ini sebenarnya adalah memberikan kesempatan terhadap fund-fund besar untuk kembali ya melakukan pembelian ya di harga terendah kemudian akan ditutup di bulan November di USD 4.300,” pungkasnya.