Harga Emas Lebih Murah Usai Lebaran, Waktu Tepat untuk Beli?
Ibrahim memperkirakan, jika koreksi berlanjut pada awal pekan, harga emas dunia berpotensi menyentuh level support di USD 4.423 hingga USD 4.319 per troy ons.
Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada akhir pekan, yang turut berdampak pada harga logam mulia di dalam negeri. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebutkan, emas global ditutup di level USD 4.497 per troy ons, sementara harga emas domestik berada di kisaran Rp 2.893.000 per gram.
"Sabtu pagi harga emas dunia ditutup, turun tajam di USD 4.497 per troy ons. Kemudian logam mulianya itu ditutup, jatuh juga di Rp2.893.000 per gram,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (22/3).
Penurunan ini dinilai sebagai bagian dari koreksi wajar setelah sebelumnya emas mengalami tren penguatan cukup signifikan. Selain itu, pergerakan dolar AS yang cenderung menguat juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas dalam jangka pendek.
Ibrahim memperkirakan, jika koreksi berlanjut pada awal pekan, harga emas dunia berpotensi menyentuh level support di USD 4.423 hingga USD 4.319 per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia dalam negeri bisa turun ke kisaran Rp2.840.000 hingga Rp2.800.000 per gram.
"Kalau seandainya dalam transaksi hari Senin mengalami koreksi, support pertama itu di USD 4.423 per troy ons. Kalau di logam mulia itu di Rp2.840.000 per gram. Kalau seandainya terjadi koreksi kembali, kemungkinan support kedua itu di USD 4.319. Logam mulianya itu adalah Rp2.800.000 per gram,” jelasnya.
Kondisi harga yang sedang melemah ini dinilai bisa menjadi peluang bagi masyarakat untuk mulai mengoleksi emas. Apalagi, setelah momen Lebaran, kebutuhan konsumtif cenderung menurun sehingga masyarakat bisa kembali fokus pada perencanaan keuangan dan investasi.
Potensi Rebound Masih Terbuka
Meski saat ini mengalami tekanan, prospek harga emas ke depan masih cukup positif. Ibrahim menilai, penguatan harga emas hanya tinggal menunggu momentum, terutama jika kondisi global kembali mendukung.
Jika harga emas berbalik menguat, level resistensi pertama diperkirakan berada di USD 4.559 per troy ons, yang dapat mendorong harga logam mulia ke sekitar R 2.920.000 per gram. Bahkan, dalam skenario penguatan lanjutan, harga bisa mendekati Rp2.980.000 per gram.
Namun demikian, dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan masih bergerak di bawah level Rp3.000.000 per gram.
"Dalam satu minggu apabila menguat kembali di resisten keduanya adalah di USD 4.681. kemudian logam mulianya itu di Rp2.980.000 per gram. Jadi, ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia kemungkinan akan di bawah Rp3.000.000. Ya kemungkinan itu di Rp2.980.000 per gram. saya masih optimis bahwa harga emas dunia logam mulia ini akan kembali menguat tinggal menunggu momentum saja," pungkasnya.