Harga Emas Antam Jumat 28 November 2025, Lagi Turun Buruan Beli
Berikut adalah harga emas Antam untuk hari ini, Jumat 28 November 2025.
Harga emas batangan yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada Jumat, 28 November 2025. Penurunan ini juga berlaku untuk harga pembelian kembali atau buyback.
Pada hari tersebut, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram turun sebesar Rp 4.000, menjadi Rp 2.383.000. Sebelumnya, pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas Antam tercatat sebesar Rp 2.387.000 per gram.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan yang serupa. Hari ini, harga buyback emas Antam turun Rp 4.000 menjadi Rp 2.244.000. Harga buyback ini adalah nilai yang akan diterima jika Anda menjual emas, di mana Antam akan membelinya dengan harga Rp 2.244.000 per gram.
Untuk informasi lebih lanjut, rekor tertinggi harga emas sebelumnya tercatat pada Jumat, 17 Oktober 2025, di mana harga jual emas Antam dan harga pembelian kembali masing-masing dipatok pada angka Rp 2.485.000 per gram dan Rp 2.334.000 per gram.
Data mengenai harga emas Antam ini diperoleh dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, informasi yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi untuk publik.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.241.500.
- Harga emas 1 gram: Rp 2.383.000.
- Harga emas 2 gram: Rp 4.706.000.
- Harga emas 3 gram: Rp 7.034.000.
- Harga emas 5 gram: Rp 11.690.000.
- Harga emas 10 gram: Rp 23.325.000.
- Harga emas 25 gram: Rp 58.187.000.
- Harga emas 50 gram: Rp 116.295.000.
- Harga emas 100 gram: Rp 232.512.000.
- Harga emas 250 gram: Rp 581.015.000.
- Harga emas 500 gram: Rp 1.161.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.323.600.000.
Harga Emas Turun setelah Sempat Cetak Rekor Tertinggi
Harga emas mengalami penurunan pada perdagangan hari Kamis (Jumat waktu Jakarta). Penurunan ini terjadi setelah harga emas mencapai level tertinggi dalam hampir dua minggu pada sesi sebelumnya, di saat investor mulai mempertimbangkan kemungkinan adanya pemotongan suku bunga di AS pada bulan Desember.
Berdasarkan informasi dari CNBC, Jumat (28/11), harga emas di pasar spot turun sebesar 0,2% menjadi USD 4.156,89 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember juga mengalami penurunan sebesar 0,3%, menjadi USD 4.153,6 per ons.
"Kami masih memperkirakan konsolidasi yang dimulai dengan kemunduran di bulan Oktober akan terus berlanjut karena dampak dari kemunduran tersebut belum sepenuhnya mereda," ungkap Analis dari Julius Baer, Carsten Menke.
Meskipun harga emas batangan telah turun sekitar 5% sejak mencapai rekor tertinggi di USD 4.381,21 pada 20 Oktober, harga emas tetap diperdagangkan di atas level penting USD 4.000 per ons. Menurut Menke,
"Faktor-faktor yang kami lihat mendukung pasar emas sebagian besar tidak berubah, termasuk perlambatan pertumbuhan AS yang menyebabkan penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS, permintaan safe haven yang berkelanjutan, serta pembelian kuat oleh bank sentral."
Sinyal yang saling bertentangan dari Federal Reserve mengenai waktu dan besaran pemotongan suku bunga AS telah mempercepat aliran lindung nilai ke swaption dan derivatif terkait suku bunga semalam.
Kevin Hassett, yang menjadi calon terdepan untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed, telah bersekutu dengan Presiden Donald Trump dalam mendorong penurunan suku bunga. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral dan faktor-faktor ekonomi yang lebih luas.
Harga Perak dan Logam Lainnya
Sementara itu, pernyataan dari Presiden Bank Sentral Federal San Francisco, Mary Daly, dan Gubernur Fed, Christopher Waller, semakin memperkuat harapan akan adanya pemotongan suku bunga. Saat ini, para trader memperkirakan kemungkinan sebesar 85% untuk pemotongan suku bunga bulan depan, meningkat signifikan dari hanya 30% pada minggu lalu, menurut data dari CME FedWatch.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya menunjukkan kinerja yang baik dalam situasi suku bunga rendah. Selain itu, pasar di AS akan tutup pada hari Kamis untuk merayakan libur Thanksgiving dan akan beroperasi dengan jam yang lebih singkat pada hari Jumat.
Di sisi lain, harga perak mengalami peningkatan sebesar 0,2% menjadi USD 53,44 per ons. Sementara itu, harga platinum naik 1,2% menjadi USD 1.608,02, dan harga paladium juga meningkat 1,1% menjadi USD 1.438,57.
Kenaikan harga-harga komoditas ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari para investor, terutama dalam konteks ketidakpastian ekonomi global. Dengan demikian, pasar logam mulia tetap menjadi pilihan yang menarik bagi para pelaku pasar di tengah fluktuasi yang terjadi.