Harga Emas Anjlok Usai Lebaran 2026, Waktu Tepat untuk Beli?
Di sisi lain, harga logam mulia domestik diperkirakan bisa turun ke rentang Rp2.840.000 hingga Rp2.800.000 per gram.
Harga emas internasional mengalami penurunan yang signifikan pada akhir pekan lalu, yang juga berpengaruh terhadap harga logam mulia di Indonesia. Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, harga emas global ditutup pada level USD 4.497 per troy ons, sedangkan harga emas lokal berada di sekitar Rp 2.893.000 per gram.
"Sabtu pagi harga emas dunia ditutup, turun tajam di USD 4.497 per troy ons. Kemudian logam mulianya itu ditutup, jatuh juga di Rp 2.893.000 per gram," ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Senin (23/3).
Penurunan harga ini dianggap sebagai bagian dari koreksi yang wajar setelah sebelumnya terjadi tren penguatan yang cukup signifikan pada emas. Selain itu, penguatan dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas dalam waktu dekat. Ibrahim memperkirakan bahwa jika koreksi ini berlanjut di awal pekan, harga emas dunia bisa mencapai level support antara USD 4.423 hingga USD 4.319 per troy ons.
Di sisi lain, harga logam mulia domestik diperkirakan bisa turun ke rentang Rp 2.840.000 hingga Rp 2.800.000 per gram.
"Kalau seandainya dalam transaksi hari Senin mengalami koreksi, support pertama itu di USD 4.423 per troy ons. Kalau di logam mulia itu di Rp 2.840.000 per gram. Kalau seandainya terjadi koreksi kembali, kemungkinan support kedua itu di USD 4.319. Logam mulianya itu adalah Rp 2.800.000 per gram," jelasnya.
Kondisi harga yang melemah ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi dalam emas. Terlebih lagi, setelah momen Lebaran, kebutuhan konsumtif biasanya menurun, sehingga masyarakat dapat lebih fokus pada perencanaan keuangan dan investasi.
Peluang Rebound Masih Ada
Meskipun saat ini harga emas sedang mengalami tekanan, prospek ke depannya tetap terlihat positif. Ibrahim percaya bahwa penguatan harga emas hanya menunggu momentum yang tepat, terutama ketika kondisi global kembali mendukung.
Jika harga emas berbalik menguat, level resistensi pertama diperkirakan akan berada di USD 4.559 per troy ons. Hal ini dapat mendorong harga logam mulia mencapai sekitar Rp2.920.000 per gram. Dalam skenario penguatan yang lebih lanjut, harga emas bisa mendekati Rp2.980.000 per gram. Namun, dalam jangka pendek, harga emas diprediksi masih akan bergerak di bawah level Rp3.000.000 per gram.
"Dalam satu minggu apabila menguat kembali di resisten keduanya adalah di USD 4.681. kemudian logam mulianya itu di Rp2.980.000 per gram. Jadi, ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia kemungkinan akan di bawah Rp3.000.000. Ya kemungkinan itu di Rp2.980.000 per gram. saya masih optimis bahwa harga emas dunia logam mulia ini akan kembali menguat tinggal menunggu momentum saja," pungkasnya.