Gerakan Pangan Murah Bone Bolango Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan
Pemkab Bone Bolango gelar Gerakan Pangan Murah Bone Bolango jelang Ramadhan. Upaya ini jaga stabilitas harga pangan, kendalikan inflasi, dan pastikan akses kebutuhan pokok terjangkau.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertempat di BPU Kecamatan Kabila.
Kegiatan GPM ini bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan sebuah strategi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau. Hal ini dilakukan di tengah potensi fluktuasi harga pasar yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus, menjelaskan bahwa GPM ini merupakan instruksi langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Program ini dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Tujuan Strategis Gerakan Pangan Murah Bone Bolango
Gerakan Pangan Murah Bone Bolango memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar menyediakan barang murah. Roswaty Agus menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi pangan.
Selain itu, GPM juga bertujuan untuk memperkuat ketersediaan bahan pokok di pasaran, sehingga pasokan tetap aman dan mencukupi. Inisiatif ini juga dirancang untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berkomitmen untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga, khususnya menjelang perayaan besar seperti Ramadhan, Idul Fitri, Imlek, dan Nyepi. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warganya.
Kolaborasi dan Dampak Harga Terjangkau
Keberhasilan Gerakan Pangan Murah Bone Bolango tidak lepas dari kolaborasi erat dengan berbagai mitra strategis. Roswaty menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan Bulog, PPI, ritel modern, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Berkat sinergi ini, terdapat selisih harga yang signifikan antara produk yang ditawarkan di GPM dengan harga pasar. Hal ini memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat yang berbelanja di lokasi tersebut.
Sebagai contoh, harga beras SPHP di GPM dijual Rp55.000 per 5 kg, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp60.000. Gula pasir tersedia dengan harga Rp16.000 per kg, sementara di pasaran Rp17.000.
Daging ayam ras juga ditawarkan dengan harga menarik, yaitu Rp100.000 untuk tiga ekor, padahal di pasaran harga per ekor bisa mencapai Rp50.000. Telur ayam ras dijual Rp60.000 per bak, menunjukkan upaya pemerintah dalam menekan harga kebutuhan pokok.
Antusiasme Masyarakat dan Pentingnya Gizi
Antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah Bone Bolango terlihat jelas dari cepatnya beberapa komoditas habis terjual. Roswaty Agus menyebutkan bahwa telur ayam ras menjadi primadona dan paling awal ludes dibeli.
Fenomena ini tidak hanya menunjukkan kebutuhan masyarakat akan bahan pangan murah, tetapi juga mengindikasikan kesadaran yang baik akan konsumsi protein tinggi. Telur merupakan sumber protein esensial yang penting bagi kesehatan.
Keberhasilan GPM ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan strategi yang tepat, stabilitas harga pangan dapat dipertahankan.
Sumber: AntaraNews