Fakta Unik: Jabar Kalahkan DKI Jakarta, Realisasi Investasi Jawa Barat Tertinggi Nasional Triwulan III 2025!
Realisasi investasi Jawa Barat mencetak rekor tertinggi secara nasional pada Triwulan III 2025, mengungguli provinsi lain. Apa rahasia Jabar menjadi magnet investasi utama?
Jawa Barat kembali menunjukkan dominasinya dalam menarik penanaman modal, dengan mencatat realisasi investasi tertinggi secara nasional pada Triwulan III tahun 2025. Provinsi ini berhasil memposisikan diri sebagai destinasi utama bagi para investor di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Investasi, total realisasi investasi nasional mencapai Rp491,4 triliun pada periode tersebut, menunjukkan pertumbuhan signifikan 13,9 persen secara tahunan. Dari jumlah fantastis itu, realisasi investasi Jawa Barat menyumbang Rp77,1 triliun, angka yang mengesankan.
Capaian gemilang ini tidak lepas dari sinergi kuat antara jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta para pelaku industri dan usaha. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengapresiasi upaya kolektif yang menjadikan Jabar sebagai magnet investasi.
Dominasi Jawa Barat dalam Peta Investasi Nasional
Kontribusi realisasi investasi Jawa Barat pada Triwulan III 2025 didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp41,8 triliun. Angka ini setara dengan sekitar 15 persen dari total PMDN nasional, menunjukkan kekuatan ekonomi lokal provinsi tersebut.
Tidak hanya itu, Jawa Barat juga menjadi primadona bagi investor asing. Provinsi ini berhasil menarik Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 2,2 miliar dolar AS, atau sekitar 16,7 persen dari total PMA nasional. Ini menegaskan daya tarik Jabar di mata investor global.
Dalam daftar lima besar provinsi dengan realisasi investasi tertinggi, Jawa Barat jauh mengungguli daerah lain. Setelah Jabar, ada DKI Jakarta dengan Rp63,3 triliun, Sulawesi Tengah Rp33,4 triliun, Banten Rp30,8 triliun, dan Jawa Timur Rp30,4 triliun. Capaian ini menempatkan Jawa Barat di posisi terdepan.
Secara nasional, PMDN masih menjadi tulang punggung investasi dengan kontribusi 56,9 persen atau Rp279,4 triliun, sementara PMA menyumbang 43,1 persen atau Rp212 triliun. Dengan capaian ini, realisasi investasi nasional hingga akhir Triwulan III telah mencapai 75,3 persen dari target tahun 2025.
Komitmen Pemprov Jabar Jaga Iklim Investasi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus merawat iklim investasi yang kondusif. Berbagai langkah strategis telah dan akan terus dilakukan untuk mendukung para penanam modal di wilayahnya.
Pemerintah Provinsi Jabar berupaya mempermudah perizinan, menghadirkan infrastruktur yang memadai, serta memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor. "Yang dibangun adalah investasi. Bagaimana investasi? Ya, harus ramah. Bagaimana caranya ramah? Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik. Pemerintah Provinsi saat ini sangat concern terhadap pembangunan infrastruktur," ujar Dedi.
Dedi juga tidak menampik bahwa premanisme masih menjadi salah satu tantangan yang berpotensi merusak iklim investasi. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Jabar akan menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja untuk menyediakan layanan aduan yang responsif terhadap laporan dari perusahaan.
Langkah ini merupakan wujud keseriusan Pemprov Jabar dalam menciptakan lingkungan investasi yang aman dan nyaman. "Pemerintah kerjanya enggak boleh hanya mungut pajak. Pemerintah harus hadir memberikan rasa nyaman. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kota itu harus membuat layanan aduan bagi seluruh perusahaan yang ada di Jawa Barat," pungkas Dedi, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha.
Sumber: AntaraNews