Danantara Ajak Korea Selatan Garap Sektor Kesehatan, Industri, dan Media
Kerja sama dapat dilakukan melalui skema joint venture dengan komposisi kepemilikan 50:50.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menawarkan peluang kerja sama kepada Korea Selatan untuk mengembangkan sektor kesehatan (healthcare) di Indonesia. Tawaran tersebut disampaikan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam acara Korea-Indonesia Economic Partnership Forum yang digelar di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (24/6).
Pandu menyampaikan bahwa kerja sama dapat dilakukan melalui skema joint venture dengan komposisi kepemilikan 50:50. Korea Selatan diharapkan dapat berkontribusi dalam bidang diagnostik, pengembangan teknologi medis, dan klinik-klinik kelas atas (high-end clinics).
“Kita bisa melakukannya melalui Danantara Healthcare Company. Kita membangun bisnis perawatan kesehatan dengan menggabungkan rumah sakit milik BUMN dalam satu entitas. Inilah cara kita dapat berkolaborasi,” ujarnya.
Ia menilai Korea Selatan sebagai negara dengan harapan hidup dan kualitas hidup yang tinggi. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan membawa transfer pengetahuan dan nilai ke sektor kesehatan Indonesia.
“Kesehatan adalah salah satu sektor yang perlu kita fokuskan. Dengan kerja sama ini, kita bisa mendapatkan transfer knowledge dan transfer value,” tambah Pandu.
Selain sektor kesehatan, Danantara juga membuka peluang kerja sama dengan Korea Selatan di bidang industri manufaktur cerdas (smart manufacturing). Pandu menyoroti bagaimana Korea berhasil mengembangkan industri berbasis teknologi seperti robotika dan kecerdasan buatan (AI), yang bisa menjadi model bagi Indonesia dalam proses industrialisasi.
Ia juga mencermati potensi kolaborasi di sektor minyak dan gas, khususnya hilirisasi industri kimia. Pandu menilai Korea Selatan telah berhasil menjadi bagian penting dari rantai pasok energi global melalui sektor ini.
“Saya pikir industri kimia adalah bidang lain di mana Korea sangat unggul dan menjadi pemain penting dalam rantai pasok energi dunia,” katanya.
Tak hanya itu, Danantara juga menyatakan minat menjalin kemitraan di sektor media dan hiburan. Menurut Pandu, Korea Selatan sukses mempromosikan bahasa dan budaya mereka secara global melalui musik, film, dan konten kreatif lainnya, meskipun jumlah penduduknya tidak besar.
“Yang menarik adalah industri media Korea. Meski penduduknya relatif kecil, mereka mampu menjadikan bahasa Korea dikenal dunia melalui musik dan film. Ini sesuatu yang bisa kita pelajari,” tutup Pandu.