Jakarta – Daya Anagata Nusantara Investment Management Agency (Danantara Indonesia), melalui CEO-nya Rosan Roeslani, secara aktif tengah menjajaki peluang investasi di sektor pangan dan kesehatan di Eropa. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mengadopsi teknologi canggih yang telah diterapkan di kawasan tersebut, guna mendorong kemajuan industri di Indonesia.
Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa sektor kesehatan di Indonesia masih memiliki ketertinggalan yang signifikan dibandingkan negara-negara maju. Oleh karena itu, Danantara tidak hanya menunggu masuknya investasi asing ke pasar domestik, tetapi juga proaktif mencari kesempatan di luar negeri.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Danantara untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas nasional dalam dua sektor krusial tersebut. Potensi nilai investasi di Uni Eropa diperkirakan sangat besar, meskipun detail spesifik mengenai jumlahnya belum diungkapkan secara publik.
Advertisement
Advertisement
Danantara Indonesia memiliki visi yang jelas untuk mengatasi ketertinggalan industri kesehatan nasional melalui akuisisi teknologi dan praktik terbaik dari Eropa. Rosan Roeslani menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai jembatan bagi Indonesia untuk menyerap inovasi dan meningkatkan standar layanan kesehatan serta produksi pangan.
Eksplorasi investasi Danantara Eropa ini bukan sekadar mencari keuntungan finansial, melainkan juga berorientasi pada pengembangan kapasitas jangka panjang. Dengan berinvestasi di perusahaan-perusahaan Eropa yang memiliki teknologi mutakhir, Danantara berharap dapat membawa pulang keahlian dan sistem yang relevan untuk diterapkan di Indonesia.
Strategi ini menunjukkan komitmen Danantara untuk tidak hanya menjadi penerima investasi, tetapi juga pemain aktif di pasar global. Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat mempercepat modernisasi sektor pangan dan kesehatan Indonesia, sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Rosan Roeslani juga mengungkapkan adanya ketertarikan dari salah satu perusahaan pangan terbesar di dunia untuk berinvestasi di Indonesia. Danantara berencana untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut, sementara perusahaan asing itu juga sedang mempersiapkan penanaman modal di pasar domestik, menciptakan sinergi investasi yang saling menguntungkan.
Sebelumnya, Rosan telah menyatakan bahwa 20 persen dari total modal Danantara akan dialokasikan untuk investasi di luar negeri, guna memperluas jangkauan global. Sementara itu, 80 persen sisanya akan difokuskan pada proyek-proyek strategis domestik di sektor-sektor prioritas untuk pembangunan nasional.
Dengan modal awal sebesar USD7 miliar yang bersumber dari dividen, Danantara memiliki kapasitas untuk melakukan leverage hingga lima kali lipat. Ini berarti potensi investasi tahunan yang dapat dikelola mencapai USD35 miliar. Dalam kurun waktu lima tahun, dana ini berpotensi menghasilkan hingga USD175 miliar, yang diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews