Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dan SK Plasma Co.Ltd, perusahaan kesehatan asal Korea Selatan, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan ini juga melibatkan anak usaha SK Plasma, yaitu PT SKPlasma Core Indonesia, pada 31 Oktober lalu di Jakarta. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk masa depan kesehatan nasional.
MoU ini secara khusus bertujuan untuk memperkuat ketahanan kesehatan di Indonesia. Inisiatif ini berfokus pada pengurangan ketergantungan impor dan peningkatan kemandirian layanan kesehatan secara menyeluruh. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih tangguh dan berdaya saing di tingkat global.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa strategi investasi Danantara berpusat pada penguatan ketahanan nasional. Hal ini mencakup pengurangan ketergantungan impor, terutama pada sektor-sektor vital seperti layanan kesehatan. Kolaborasi ini adalah bagian penting dari visi tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pandu Sjahrir menyatakan bahwa kolaborasi antara keahlian teknis SK Plasma dan investasi dari Danantara Indonesia akan meningkatkan kualitas perawatan pasien. Selain itu, upaya ini juga berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa melalui terapi inovatif yang berstandar global. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan tangguh.
CEO SK Plasma, Kim Seung-joo, mengungkapkan kehormatan perusahaannya dapat berkolaborasi dengan Danantara Indonesia. "Melalui kapabilitas kami dalam memproduksi produk obat berbasis plasma (PODP), kami akan bekerja sama secara erat dengan negara-negara yang membutuhkan pelokalan obat-obatan esensial guna berkontribusi dalam peningkatan infrastruktur kesehatan di seluruh dunia," ujar Kim Seung-joo. Ini menunjukkan komitmen global SK Plasma.
Produk Obat Derivat Plasma (PODP) adalah obat-obatan vital yang dibuat dari plasma manusia melalui proses fraksinasi. Terapi ini sangat penting untuk mengobati berbagai penyakit serius dan kondisi kritis, yang seringkali tidak memiliki alternatif pengobatan efektif. Sebelumnya, Indonesia sepenuhnya mengimpor kebutuhan PODP, membuat pasokan rentan terhadap risiko eksternal.
Advertisement
Advertisement
Danantara Indonesia menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu dari delapan sektor prioritas investasi pada awal tahun 2025. Perusahaan ini merencanakan investasi signifikan pada fasilitas plasma darah dan infrastruktur kesehatan. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Danantara terhadap sektor vital ini.
Untuk mengatasi ketergantungan impor, Danantara Indonesia dan SK Plasma berupaya mendirikan dan meningkatkan kemampuan manufaktur lokal PODP. Fasilitas produksi ini akan dibangun di Karawang, Jawa Barat, dengan target penyelesaian konstruksi pada tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi pusat produksi PODP yang modern.
SK Plasma juga memiliki komitmen kuat untuk memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi. Mereka akan menyediakan kesempatan pelatihan bagi karyawan Indonesia di Korea. Ini akan membantu pengembangan tenaga kerja berkemampuan tinggi (highly skilled) di Indonesia, mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli asing.
Advertisement
Advertisement
Danantara Indonesia meyakini bahwa sistem kesehatan yang kuat dan mandiri akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi di sektor ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menurunkan biaya kesehatan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Ini adalah visi jangka panjang yang holistik.
Dalam setahun ke depan, Danantara Indonesia akan memfokuskan investasinya pada tiga area utama di sektor kesehatan. Area tersebut meliputi layanan kesehatan, manufaktur, dan inovasi. Pendekatan ini memastikan pengembangan yang komprehensif dan berkelanjutan.
SK Plasma, melalui PT SKPlasma Core Indonesia, saat ini sedang membangun fasilitas fraksionasi plasma. Fasilitas ini akan memungkinkan Indonesia memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) secara lokal. Upaya ini akan mengurangi ketergantungan impor, sekaligus mendorong transfer teknologi dan pengembangan tenaga kerja lokal.
Advertisement
Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak berencana untuk menjajaki berbagai peluang investasi lebih lanjut. Detail mengenai investasi ini akan diumumkan pada waktunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan hasil uji tuntas. Ini menunjukkan adanya potensi kerja sama yang lebih luas di masa depan.
Sumber: AntaraNews