Daftar Proyek PSN Dibiayai Indonesia Infrastructure Finance Sepanjang 2024
Sejak didirikan pada tahun 2010, IIF telah aktif memberikan pembiayaan untuk berbagai proyek infrastruktur yang fokus pada keberlanjutan di tanah air.
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.
Sejak didirikan pada tahun 2010, IIF telah aktif memberikan pembiayaan untuk berbagai proyek infrastruktur yang fokus pada keberlanjutan di tanah air.
Rizki Pribadi Hasan, yang menjabat sebagai Interim Chief Executive Officer sekaligus Chief Financial Officer IIF, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berdampak signifikan pada aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.
"Infrastruktur yang baik akan mendorong perkembangan sektor-sektor produktif, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Rizki dikutip di Jakarta, Jumat (31/1).
Dalam satu tahun terakhir, IIF terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur strategis yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Beberapa proyek unggulan yang dibiayai oleh IIF adalah sebagai berikut:
Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (Bagian dari JORR 2)
IIF berkontribusi dalam pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Proyek ini termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, mengurangi kemacetan, serta menekan biaya perjalanan di wilayah Jabodetabek. Dengan adanya tol ini, diharapkan mobilitas antar kota dapat meningkat dan distribusi logistik menjadi lebih lancar.
Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali
IIF juga telah menandatangani perjanjian pembiayaan untuk proyek pembangunan hotel, convention center, dan infrastruktur dasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali. Proyek ini dirancang untuk mengembangkan sektor layanan kesehatan dan hospitality, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah tersebut.
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) di Bengkulu
Pada bulan Desember 2024, IIF menyelesaikan perjanjian pembiayaan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) dengan kapasitas 3x2 Megawatt (MW) yang berlokasi di Kabupaten Kaur, Bengkulu. Proyek ini merupakan bagian dari upaya IIF dalam mendukung transisi ke energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Sumbangan IIF dalam Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Proyek-proyek yang telah disebutkan sebelumnya hanyalah sebagian dari portofolio IIF dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Dalam satu tahun terakhir, IIF telah memberikan pembiayaan untuk berbagai proyek yang tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga menjamin adanya dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Ke depan, IIF berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia. "Kami berharap dapat terus mendukung proyek-proyek strategis yang berdampak luas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," tambah Rizki.
Dampak Positif Terhadap Ekonomi
Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi.
Dengan adanya dukungan dari IIF, proyek-proyek ini diharapkan dapat berperan sebagai katalisator dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pemanfaatan energi terbarukan.
IIF memiliki keyakinan bahwa langkah-langkah yang diambil akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan di Indonesia. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, sehingga semua aspek dapat berkembang secara harmonis.