Sudah Biayai 150 Proyek, IIF Raup Laba Rp85 Miliar Periode 6 Bulan Pertama Tahun 2025
Perseroan mencatat peningkatan laba terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 32,3 persen menjadi Rp255,1 miliar.
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) membukukan laba bersih sebesar Rp85,3 miliar pada periode enam bulan tahun 2025 atau tumbuh 27,2 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak IIF tercatat sebesar Rp120,5 miliar atau meningkat 33,4 persen yoy.
"Di tengah dinamika pasar dan tekanan global, perusahaan tetap dapat menunjukkan kinerja positif dan berperan aktif dalam ekosistem pembangunan infrastruktur," kata Presiden Direktur sekaligus Direktur Keuangan Sementara IIF, Rizki Pribadi Hasan dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (5/8).
Perseroan mencatat peningkatan laba terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 32,3 persen menjadi Rp255,1 miliar, serta upaya pengelolaan biaya operasional yang ketat.
Pendapatan bunga tumbuh 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp626,2 miliar, sedangkan biaya bunga berhasil diturunkan 8,3 persen menjadi Rp371,1 miliar.
Biayai 150 Proyek Infrastruktur
Sejak didirikan 15 tahun yang lalu, IIF telah membiayai lebih dari 150 proyek di hampir seluruh sektor infrastruktur, dengan tiga sektor terbesar yang dibiayai, yakni energi terbarukan, telekomunikasi dan teknologi informasi, serta penyediaan air bersih.
Dengan langkah ini, perusahaan telah menerima penghargaan ESG Award 2025 dari Yayasan KEHATI untuk kedua kalinya, memperkuat kepemimpinannya dalam pembiayaan infrastruktur berkelanjutan. Diakui sebagai Investor/Kreditur Terbaik di sektor Pembiayaan Utang dan Proyek, IIF telah menunjukkan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) ke dalam strategi investasi dan pembiayaannya.
Apresiasi ini menyoroti pendekatan IIF yang berdampak dalam pembiayaan proyek, yang memprioritaskan baik pengembalian keuangan maupun manfaat yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan. Beberapa pencapaian penting:
• Proyek energi terbarukan dengan kapasitas terpasang hampir 700 MWh per tahun, memberi daya lebih dari 693.000 rumah tangga dan potensi penghindaran emisi Gas Rumah Kaca sebesar 4,81 juta ton CO₂ per tahun.
• Tujuh proyek air minum yang menyediakan akses air yang aman dan dapat diminum untuk lebih dari 6,7 juta orang.
• Pembangunan fasilitas medis dengan kapasitas lebih dari 1.000 tempat tidur, melayani ratusan ribu pasien setiap tahun.
"Ini mengingatkan kita tentang tanggung jawab kritis investor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kami percaya bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam infrastruktur harus memberikan nilai tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga bagi lingkungan dan generasi masa depan."