Daftar Aplikasi Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia, Kenapa Kalah dari Gojek dan Grab?

Temukan daftar aplikasi ojek online yang telah bangkrut di Indonesia dan pelajari faktor-faktor penyebabnya.

NAIS
Oleh NAIS - Reporter
Daftar Aplikasi Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia, Kenapa Kalah dari Gojek dan Grab?
Daftar Aplikasi Ojek Online yang Bangkrut di Indonesia, Kenapa Kalah dari Gojek dan Grab? (Merdeka.com)

Dalam beberapa tahun terakhir, industri ojek online di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun, tidak semua aplikasi yang muncul mampu bertahan dalam persaingan yang ketat. Beberapa dari mereka harus menutup operasionalnya karena berbagai alasan.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Uber, yang merupakan salah satu pelopor layanan ride-hailing, akhirnya memilih untuk menarik diri dari pasar Indonesia dan Asia Tenggara.

Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan Uber di negara dengan populasi terbesar keempat di dunia ini. Selain itu, sejumlah aplikasi lokal juga mengalami nasib serupa, meski dengan latar belakang dan tantangan yang berbeda.

Berikut adalah daftar aplikasi ojek online yang telah dinyatakan bangkrut di Indonesia:

Apa Saja?

Soal Bonus Ojol Rp 50.000, Wamenaker Buka Suara
Pengemudi ojek online (ojol) memenuhi bahu jalan saat menunggu penumpang di kawasan Cililitan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Pemprov DKI Jakarta telah melarang ojol dan ojek pangkalan berkumpul © 2025 Liputan6.com
  1. Uber

Uber, raksasa asal Amerika Serikat, dikenal sebagai pelopor layanan ojek online di banyak negara. Namun, pada tahun 2018, perusahaan ini memutuskan untuk menarik diri dari pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Keputusan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan strategis dan persaingan yang semakin ketat.

2. Calljack

Calljack adalah aplikasi ojek online yang berasal dari Yogyakarta. Meskipun menawarkan layanan serupa dengan Gojek dan Grab, Calljack tidak dapat bertahan lama di pasar. Keterbatasan dalam pemasaran dan pengembangan fitur menjadi faktor utama yang menyebabkan aplikasi ini gulung tikar.

Ada Lagi

Berapa Biaya Transportasi di Jabodetabek Sebulan? Warga Bekasi Rogoh Kocek Terbesar
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda Kementerian Perhubungan, Risal Wasal. (Foto: Liputan6.com/Arief RH) © 2025 Liputan6.com

3 Ojekkoe

Aplikasi Ojekkoe memiliki sekitar 500 mitra pengemudi dan beroperasi dengan sistem tanpa pembagian hasil. Seluruh pendapatan diterima oleh pengemudi, namun model bisnis ini tidak cukup untuk menarik minat pengguna dan investor, sehingga aplikasi ini tidak dapat bertahan.

4. Topjek

Topjek pernah menjadi pesaing kuat bagi Gojek dan Grab. Aplikasi ini menawarkan layanan antar penumpang dan barang, serta fitur chat room yang unik. Namun, berbagai kendala operasional dan kurangnya inovasi menyebabkan Topjek akhirnya harus menutup layanannya.

Lalu Apa Lagi?

Driver Gojek Dapat Bonus Hari Raya Uang Tunai, Kapan Cair?
Jangan di cancel kalau dapat driver ojek online cewek, karena si mbaknya butuh uang lho.Mending lakukan hal ini aja... (Ilustrasi: Liputan6.com/Faisal R Syam) © 2025 Liputan6.com

5 Ladyjek

Ladyjek merupakan aplikasi yang menyasar pasar perempuan dengan pengemudi dan penumpang wanita. Meskipun memiliki niat baik, aplikasi ini mengalami kendala seperti perang harga, bug pada aplikasi, dan armada yang tidak memadai, yang mengakibatkan kebangkrutan.

6. Blujek

Blujek dikenal dengan armada yang cukup besar dan ciri khas warna biru. Namun, meskipun memiliki potensi, aplikasi ini tidak mampu bersaing dengan pemain besar lainnya dan akhirnya harus menutup operasionalnya.

Ojol Selanjutnya

Gojek
Gojek @ 2023 merdeka.com

7. OjekArgo

OjekArgo menggunakan argo digital berbasis Google Maps untuk menghitung jarak tempuh. Layanan ini cukup unik karena pelanggan tidak perlu mendaftar akun untuk menggunakannya. Sayangnya, inovasi ini tidak cukup untuk mempertahankan pengguna dan aplikasi ini pun gulung tikar.

8. Bangjek

Informasi mengenai Bangjek sangat terbatas. Meskipun pernah beroperasi, aplikasi ini tidak mampu menarik perhatian publik dan akhirnya harus menghentikan layanannya.

9. Ojesy (Ojek Syar'i)

Ojesy menargetkan pasar perempuan dan anak-anak dengan fokus pada layanan yang sesuai dengan syariat Islam. Namun, model bisnis yang diterapkan mengalami kendala dalam keberlangsungan usaha, yang menyebabkan aplikasi ini tidak dapat bertahan.

Rekomendasi