BPS: Ekonomi Papua Barat Daya Tumbuh 4,03 Persen pada Triwulan III 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya mencapai 4,03 persen secara tahunan pada triwulan III 2025, didorong oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan.
Manokwari, Papua Barat – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 4,03 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Kepala BPS Papua Barat, Merry, menjelaskan bahwa kinerja positif ini didukung oleh mayoritas lapangan usaha. Sektor industri pengolahan dan perdagangan menjadi penopang utama yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya.
Aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat sepanjang triwulan III 2025 berperan besar dalam capaian ini. Hal tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Sektor Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Daya
Pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada triwulan III 2025 sebagian besar disumbang oleh kinerja positif dari berbagai sektor. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 18,09 persen terhadap struktur perekonomian daerah.
Selain itu, sektor perdagangan juga menunjukkan performa yang kuat, menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan sumbangan 1,01 persen secara tahunan. Sektor ini berkontribusi 14,23 persen terhadap struktur ekonomi Papua Barat Daya, menunjukkan vitalitasnya.
Sektor administrasi pemerintahan juga memberikan kontribusi penting sebesar 12,08 persen. Meskipun demikian, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan positif, dengan jasa konstruksi dan jasa keuangan serta asuransi mengalami kontraksi.
Kontribusi Sektor dan Komponen Pengeluaran
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat Daya pada triwulan III 2025 ditopang oleh tiga komponen utama. Komponen tersebut meliputi konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).
Konsumsi rumah tangga memiliki peran dominan dengan kontribusi mencapai 47,19 persen terhadap PDRB Papua Barat Daya. Kinerja positif dari konsumsi rumah tangga ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan, menyumbang 1,82 persen secara tahunan.
PDRB Papua Barat Daya atas dasar harga berlaku juga mengalami peningkatan pada triwulan III 2025, mencapai Rp6,4 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan meningkat menjadi Rp9,8 triliun, menunjukkan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan. Secara bulanan, perekonomian Papua Barat Daya juga tumbuh tipis 0,47 persen dibandingkan triwulan II 2025.
Sumber: AntaraNews