Data BPS Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Capai 5,39 Persen, Tertinggi Sejak Pandemi
Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen secara year on year atau tahunan.
Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan angka tersebut mengacu pada ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp6.147,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp3.474,5 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan triwulan IV 2024 atau secara year on year mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen," kata Amalia dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2).
Sepanjang tahun 2025, menurut Amalia, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto atau PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun.
"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen," ujar Amalia.
Amalia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi setelah pandemi covid.
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha
BPS mencatat dari sisi lapangan usaha pada triwulan IV 2025 secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan.
Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi bsar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
"Di mana total share kelima usaha ini mencakup sebesar 63,09 persen PDB," ujar dia.
Lapangan Usaha Tumbuh Tinggi di Triwulan IV 2025
Adapun lapangan usaha tumbuh tinggi antara lain yang pertama, transportasi dan pergudangan, di mana kedua lapangan usaha ini tumbuh karena didorong peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan adanya libur natal dan tahun baru dan kebijakan stimulus diskon tarif angkutan serta beberapa kebijakan ekonomi lainnya.
Kedua informasi dan komunikasi, di mana sektor ini tumbuh 8,09 persen yang didorong oleh peningkatan aktivitas pengguna internet dan peningkatan trafic data operator seluler.
"Apabila kita lihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan IV 2025, maka industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan 1,10 persen basis poin," pungkasnya.