Ini Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Ternyata Bukan Jakarta
BPS mencatat distribusi pertumbuhan Sulawesi terhadap PDB nasional hanya sebesar 7,36 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi menjadi yang tertinggi yakni mencapai 5,84 persen. Angka ini melewati pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2025 yang hanya 5,04 persen.
"Ekonomi secara spasial tumbuh di seluruh wilayah RI, Sulawesi tertinggi," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 BPS, Rabu (5/11).
Kendati demikian, BPS mencatat distribusi pertumbuhan Sulawesi terhadap PDB nasional hanya sebesar 7,36 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Jawa yang kontribusi ke PDB nya sebesar 56,68 persen. Padahal pertumbuhan ekonomi di Jawa sebesar 5,17 persen.
"Sumber di Jawa adalah pengolahan, perdagangan, dan komunikasi dengan andil tertinggi DKI Jakarta," ujarnya.
Selain Jawa, Sumatera juga memberikan kontribusi terbesar terhada PDB yakni mencapai 22,42 persen dengan pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2025 sebesar 4,9 persen.
Kemudian untuk Kalimantan pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2025 mencapai 4,7 persen dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 8,02 persen.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara pertumbuhan ekonominya hanya 4,71 persen dengan kontribusi ke PDB 2,83 persen, lalu untuk Maluku serta Papua ekonominya hanya tumbuh 2,68 persen dari sebelumnya 6 persen dengan kontribusi ke PDB sebesar 2,69 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen secara year on year.
Jika dibandingkan triwulan II-2025 atau secara quarter to quarter (Q to Q) tumbuh sebesar 1,43 persen. Sementara, secara c to c perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,01 persen speanjang periode Januari hingga September 2025.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2025 secara quarter to quarter (Q to Q) sejalan dengan pola musiman, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya yaitu pertubuhan Q to Q selalu lebih rendah daripada triwulan II-2025," ujarnya.
Dilihat dari Lapangan Usaha
Dilihat dari sisi lapangan usaha, pada triwulan III-2025 secara year on year sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, kontruksi, dan pertambangan.
"Total share keempat lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 65,02 persen dari PDB," ujarnya.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa pendidikan yang tumbuh 10,59 persen didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru dan peningkatan belanja fungsi pendidikan.