Perekonomian Provinsi Papua menunjukkan performa positif pada Triwulan III 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,21 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
Kepala BPS Provinsi Papua, Adiriana Helena Carolina, menjelaskan bahwa besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku nilai ekonomi Papua mencapai Rp22.707,36 miliar. Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, tercatat Rp13.452,46 miliar.
Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai sektor produktif dan pengeluaran. Sektor real estat menjadi penyumbang terbesar dari sisi produksi, menunjukkan geliat pembangunan dan investasi di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha real estat atau kategori L, dengan kenaikan signifikan sebesar 8,26 persen. "Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,51 persen," kata Adiriana.
Secara triwulan (quarter to quarter), ekonomi Papua juga berhasil tumbuh sebesar 1,44 persen jika dibandingkan Triwulan II-2025. Lapangan usaha jasa perusahaan atau kategori MN menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 6,80 persen pada periode ini.
Adiriana menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mencatat kenaikan yang sangat signifikan. Angka pertumbuhan PK-P mencapai 17,11 persen, menunjukkan peran aktif pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Advertisement
Secara kumulatif, ekonomi Papua tumbuh 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib atau kategori O, sebesar 7,50 persen.
Advertisement
Dari sisi pengeluaran kumulatif, ekspor barang dan jasa juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,15 persen. Ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas perdagangan dan permintaan dari luar wilayah Papua.
Struktur ekonomi Papua pada Triwulan III-2025 didominasi oleh lapangan usaha konstruksi atau kategori F. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 19,00 persen terhadap total PDRB, menunjukkan investasi infrastruktur yang terus berjalan.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, porsi terbesar masih berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT). Kontribusi PK-RT mencapai 54,69 persen, menegaskan bahwa konsumsi masyarakat tetap menjadi tulang punggung perekonomian provinsi ini.
Advertisement
Data BPS ini memberikan gambaran jelas mengenai kondisi ekonomi Papua yang terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan yang solid ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews