Belanja Pemerintah Capai Rp413 Triliun
Belanja pemerintah pusat meningkat dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah mencatat realisasi belanja negara hingga kuartal pertama 2025 mencapai Rp413,2 triliun. Angka ini setara 15,3 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan belanja pemerintah pusat meningkat dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
“Total belanja hingga 31 Maret 2025 mencapai Rp413,2 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 dan 2023,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu, 30 April 2025.
Dari total belanja itu, Rp196,1 triliun dialokasikan untuk kementerian dan lembaga. Sebesar Rp79,5 triliun di antaranya digunakan untuk belanja pegawai, termasuk gaji, tunjangan profesi guru, tunjangan kinerja, dan vakasi.
Sementara itu, anggaran bantuan sosial tercatat Rp38,9 triliun, disalurkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp7,3 triliun, kartu sembako Rp11 triliun, dan iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN Rp11,6 triliun. Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah masing-masing mendapat Rp1,5 triliun dan Rp6,7 triliun.
Pemerintah juga menyalurkan Rp800 miliar untuk bantuan permakanan bagi lansia, anak, penyandang disabilitas, dan korban bencana. Di luar kementerian/lembaga, belanja non-K/L mencapai Rp217,1 triliun.
Dana itu digunakan untuk pembayaran pensiun sebesar Rp58,9 triliun serta subsidi energi dan pupuk sebesar Rp32,4 triliun. Subsidi tersebut mencakup BBM sebanyak 2.906 kiloliter, LPG 3 kg sebanyak 1,368 juta kilogram, listrik untuk 41,9 juta pelanggan, serta pupuk sebesar 1,7 juta ton.